BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rumor mengejutkan mengiringi langkah Francesco Bagnaia jelang MotoGP 2026. Pebalap Italia itu disebut-sebut berada di ujung tanduk setelah muncul kabar Ducati siap melepasnya usai kontraknya berakhir pada akhir musim mendatang.
Isu tersebut mencuat seiring merosotnya performa Bagnaia sepanjang MotoGP 2025. Juara dunia 2022 dan 2023 itu hanya mampu menutup musim di posisi kelima klasemen akhir dengan 288 poin, tertinggal jauh dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dan mengoleksi 545 poin meski sempat absen di beberapa seri.
Capaian tersebut menjadi yang terburuk bagi Bagnaia sejak 2020 dan memantik spekulasi bahwa Ducati mulai kehilangan kesabaran. Pabrikan asal Borgo Panigale itu disebut telah menyiapkan skenario baru untuk menyongsong era regulasi MotoGP 2027, dengan Marc Marquez sebagai pusat proyek jangka panjang.
Menanggapi rumor bakal didepak, Bagnaia akhirnya angkat bicara. Meski tidak memberikan jawaban panjang, ia menegaskan bahwa dari sisi internal tim, situasi masih berjalan normal.
“Pertanyaan itu sebaiknya ditujukan kepada pihak yang berwenang. Dari sisi saya, perasaannya tidak ada yang berubah,” ujar Bagnaia, seperti dikutip dari MotoGPNews, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga:
Francesco Bagnaia Minta Ducati Berbenah Jelang MotoGP Argentina
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan halus atas kabar retaknya hubungan dengan Ducati. Namun, dinamika internal tim tetap membuat posisinya rawan. Ducati saat ini memiliki banyak opsi, mulai dari Fermin Aldeguer yang telah mengantongi kontrak jangka menengah, Fabio Di Giannantonio yang masih masuk radar tim, hingga Nicolo Bulega dari World Superbike yang digadang-gadang naik kelas ke MotoGP.
Situasi ini membuat musim 2026 menjadi penentuan bagi Bagnaia. Ia dituntut bangkit dan kembali konsisten di barisan depan jika ingin mengamankan kursinya di tim pabrikan Ducati.
Jika kembali gagal memenuhi ekspektasi, rumor didepak bisa berubah menjadi kenyataan. Namun sebaliknya, performa kuat dapat membuka peluang Bagnaia untuk tetap menjadi bagian penting Ducati di tengah ketatnya persaingan kursi MotoGP.










