Awas Penyalahgunaan, ini Cara Hapus Data Kendaraan Hilang

kendaraan hilang
(Ilustrasi.BFI Finance)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kendaraan yang hilang akibat pencurian kini dapat mengajukan penghapusan data kendaraan untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, tindakan itu guna  mengakuratkan data dan mencegah kendaraan tersebut digunakan untuk kejahatan.

“Ada beberapa hal yang bisa diajukan untuk penghapusan, salah satunya adalah kendaraan yang sudah rusak berat akibat kecelakaan, kendaraan yang akan diubah dari kendaraan umum ke kendaraan pribadi, dan kendaraan yang hilang bisa diblokir,” ujar Aan Suhanan melansir Antara, Senin (05/08/2024).

Cara Hapus Data Kendaraan Hilang

Pemilik kendaraan yang hilang dapat langsung mengajukan penghapusan data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor). Proses itu dilakukan untuk memastikan bahwa data yang ada tetap akurat dan tidak disalahgunakan.

Aan juga menjelaskan, penghapusan data itu tidak hanya berlaku untuk kendaraan yang hilang, tetapi juga untuk kendaraan yang mengalami kerusakan berat akibat kecelakaan atau yang akan diubah dari kendaraan umum menjadi kendaraan pribadi.

Penghapusan data kendaraan yang hilang dilakukan dengan cara pemilik kendaraan mengajukan permohonan kepada pihak berwenang.

Tidak Bisa Terdaftar Ulang

Data kendaraan yang telah dihapus tidak dapat didaftarkan kembali oleh pihak kepolisian, sehingga penting bagi pemilik untuk segera melakukan penghapusan jika kendaraannya hilang.

Kendaraan yang dijadikan barang bukti dalam kecelakaan lalu lintas, pelanggaran lalu lintas, atau kejahatan lainnya harus segera diambil sebelum lewat tujuh tahun untuk menghindari penghapusan data. Jika data sudah dihapus, kendaraan tersebut tidak dapat digunakan kembali untuk registrasi.

Kakorlantas Polri juga menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

 Kepatuhan terhadap pembayaran pajak dan pengesahan STNK berdampak langsung pada ketertiban lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Dengan membayar pajak tepat waktu, masyarakat berkontribusi pada keselamatan dan ketertiban di jalan raya.

Polri terus berupaya meningkatkan pelayanan publik melalui modernisasi pelayanan Regident dan Kesamsatan.

Pada rapat analisis, evaluasi, dan validasi pelayanan Regident dan Kesamsatan yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Kakorlantas Polri bersama Pelaksana Harian (Plh.)

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja menandatangani keputusan bersama tentang penghapusan data Regident Ranmor atas permintaan pemilik.

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City