Atasi 11 Titik Rawan Macet, Pemkot Bandung Usulkan Flyover Kereta hingga Underpass

Atasi 11 Titik Rawan Macet, Pemkot Bandung Usulkan Flyover Kereta hingga Underpass
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Bandung. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengupayakan berbagai solusi konkret untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Penyebab macet di Kota Bandung sedang kami upayakan solusinya. Ada 11 titik rawan yang perlu segera ditangani,” kata Erwin, Sabtu (20/9/2025).

Adapun titik-titik rawan macet tersebut meliputi kawasan Gedebage, Cimencrang, Cisaranten Kulon, Parakan Saat, Laswi, Ahmad Yani, Jalan Sunda, Jalan Sumatra, Jalan Merdeka, Jalan Braga, serta Nurtanio yang masih dalam tahap pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, sebagian besar kemacetan terjadi akibat perlintasan sebidang kereta api. Karena kondisi jalan relatif sempit, membangun flyover jalan biasa dinilai kurang efektif.

Baca Juga:

Antisipasi Longsor dan Banjir Sungai, Pemkot Bandung Kerahkan Aparat hingga RW

Risih dengan Reklame Semrawut, Warga Dukung Pemkot Bandung Bersih-Bersih Baliho

“Salah satu opsi yang kami dorong adalah flyover kereta api, bukan sekadar flyover jalan. Jadi kereta yang melintas naik ke atas, sehingga hambatan lalu lintas bisa berkurang,” ucapnya.

Selain 11 titik tersebut, Pemkot Bandung juga menyoroti Bundaran Cibiru yang hingga kini menjadi titik paling macet di wilayah timur kota. Karena jalan itu merupakan kewenangan pemerintah pusat, Pemkot meminta bantuan Gubernur Jawa Barat untuk menyampaikan usulan pembangunan flyover atau underpass ke Kementerian PUPR.

“Bundaran Cibiru adalah pintu masuk utama dari arah timur. Macetnya luar biasa, jadi perlu solusi permanen,” tegasnya.

Pemkot Bandung juga mendorong penataan di Jalan Soekarno-Hatta, khususnya di sekitar SMKN 9 hingga Universitas Islam Nusantara (Uninus). Lokasi tersebut rawan kecelakaan karena banyak warga menyeberang tanpa fasilitas penyeberangan yang memadai.

Erwin menekankan, penanganan kemacetan membutuhkan sinergi lintas sektor, karena sebagian kewenangan dan lahan berada di bawah pemerintah provinsi maupun pusat.

“Ini tidak bisa hanya oleh Pemkot Bandung. Kami harap gubernur menjadi pintu penyampaian aspirasi ke Kementerian PUPR agar percepatan penataan bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026