Amanda Anisimova: Antara Gelar, Rasa Sakit dan Keputusan Dewasa Menuju WTA Finals Pertama

Amanda Anisimova (Foto: Dok.WTA).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kemenangan Amanda Anisimova di China Open 2025 seharusnya menjadi pekan yang sempurna. Gelar WTA 1000 pertamanya musim ini, kemenangan atas nama-nama besar seperti Coco Gauff, dan penampilan solid sejak babak awal menegaskan satu hal: Anisimova telah kembali ke puncak.

Namun hanya sehari setelah momen paling gemilang itu, kabar mengejutkan datang, Anisimova menarik diri dari Wuhan Open. Alasannya sederhana namun bermakna besar, cedera betis kiri yang ia rasakan sejak babak ketiga Beijing akhirnya menuntut perhatian lebih.

Bagi sebagian atlet, keputusan mundur setelah kemenangan besar bisa dianggap mengecewakan. Tapi bagi Anisimova, ini bukan tentang menyerah. Ini tentang tahu kapan harus berhenti agar bisa melangkah lebih jauh.

Selama turnamen di Beijing, nyeri di betisnya datang dan pergi seperti bayangan. Kadang terasa ringan, kadang menyengat. Tapi Anisimova tetap melangkah. Ia bahkan memainkan salah satu pertandingan paling menegangkan musim ini, tiebreak 13-11 melawan Shuai Zhang di babak ketiga.

“Saya mulai merasakan nyeri di kaki dan betis sejak babak ketiga. Saya merasa nyeri sepanjang hari saat berjalan. Sekarang masih terasa, tapi tidak parah. Hanya nyeri yang mengganggu,” katanya, melansir WTA, Rabu (8/10/2025).

Di semifinal, ia mengalahkan Coco Gauff, rival sekaligus teman senegara dengan skor telak 6-1, 6-2. Kemenangan itu bukan sekadar hasil, melainkan pernyataan bahwa Anisimova yang dulu penuh potensi kini tumbuh menjadi sosok yang matang dan tangguh.

Baca Juga:

Amanda Anisimova Amankan Tiket Pertama WTA Finals Usai Lolos Semifinal China Open 2025

Bukan Sekadar Mundur, Tapi Menyiapkan Diri untuk Mimpi yang Lebih Besar

Setelah menutup China Open dengan trofi di tangan, Anisimova tahu bahwa tubuhnya membutuhkan jeda. Wuhan Open mungkin terasa menggoda, namun kalender tenis tidak berhenti di sana. Di depan mata, WTA Finals 2025 sudah menanti panggung yang untuk pertama kalinya akan ia cicipi sepanjang kariernya.

“Hal baiknya adalah tidak ada yang membatasi saya untuk terus bermain. Saya hanya perlu waktu untuk memastikan semuanya siap,” ucapnya.

Kemenangannya di Beijing mengantar Anisimova naik ke posisi ketiga dalam Race to the WTA Finals, melewati Coco Gauff yang kini turun ke posisi keempat. Gauff sendiri masih berjuang di Wuhan pekan ini, tapi bagi Anisimova, fokusnya kini berbeda, bukan lagi soal poin, melainkan kesiapan.

Kematangan Seorang Atlet

Bertahun-tahun lalu, Anisimova dikenal sebagai remaja ajaib, pemain dengan talenta luar biasa yang menembus final Grand Slam di usia belasan. Namun seiring perjalanan kariernya, ia belajar bahwa tenis bukan hanya tentang bakat, tapi juga keseimbangan antara ambisi dan kebijaksanaan.

Keputusan mundur dari Wuhan Open adalah bentuk nyata dari kedewasaan itu. Ia tidak lagi berlari di bawah tekanan, melainkan melangkah dengan penuh perhitungan. Ia tahu bahwa tubuh adalah aset utama, dan setiap langkah menuju mimpi besar harus disertai kesadaran untuk merawatnya.

Dan mungkin, di situlah kemenangan sejati Anisimova musim ini bukan hanya pada skor 6-1, 6-2 di final Beijing, tapi pada keberaniannya berkata, “Cukup untuk saat ini. Aku ingin siap untuk nanti.”

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City