BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Elena Rybakina menutup musim 2025 dengan salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah tenis modern. Hanya dalam hitungan pekan, ia berubah dari pemain yang hampir gagal lolos ke WTA Finals menjadi miliarder baru dunia tenis berkat hadiah uang yang benar-benar fantastis.
Petenis 26 tahun itu mengukir sejarah setelah menjuarai WTA Finals Riyadh dan menerima USD 5,235 juta sekitar Rp87,2 miliar, menjadikannya hadiah terbesar dalam sejarah olahraga wanita, bahkan melampaui rekor turnamen-turnamen profesional putra.
Padahal, beberapa minggu sebelumnya, tak banyak yang menjagokan Rybakina. Peringkatnya sempat terancam digeser Mirra Andreeva, dan tiket ke Riyadh terlihat semakin menjauh. Namun justru di momen kritis itulah kebangkitannya dimulai. Rybakina memenangkan enam laga “wajib menang” di tur Asia, menutupnya dengan gelar di Ningbo, dan memastikan diri lolos sebagai pemain terakhir yang memperoleh tempat di WTA Finals, hanya selisih satu minggu sebelum turnamen dimulai.
Baca Juga:
Iga Swiatek Apresiasi Perlindungan WTA Usai Alami Insiden di Miami Open
Masuk ke Riyadh sebagai kuda hitam, Rybakina tampil seolah mendapat tenaga tambahan. Servis menggelegarnya menjadi senjata utama, menjadi servis paling mematikan di Tur WTA musim ini. Ia menumbangkan lawan demi lawan dan mencatat 11 kemenangan beruntun (termasuk satu walkover), sebelum menantang Aryna Sabalenka di final.
Di laga puncak, Rybakina menunjukkan mental juara. Ia mengatasi Sabalenka 6-3, 7-6(0) dengan permainan tanpa gentar, memastikan dirinya mengangkat Piala Billie Jean King untuk pertama kalinya. Kemenangan ini sekaligus menjadikannya pemain Kazakhstan pertama yang memenangkan WTA Finals.
Namun bukan hanya gelarnya yang mencuri perhatian, melainkan besarnya hadiah yang ia bawa pulang.
Jika kebanyakan pemain merayakan gelar dengan trofi, Rybakina kembali ke rumah dengan rekor finansial yang tidak pernah dicapai perempuan mana pun dalam sejarah olahraga.
(Budis)











