BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Agung Yansusan sangat prihatin terhadap kasus siswa SD di Jabar yang sudah mengalami cuci darah.
Hal ini akibat siswa di Kabupaten Karawang tersebut punya kebiasan minum teh berpemanis sehingga mengalami diabetes.
Menurut Agung, hal tersebut terjadi karena makanan yang dikonsumsi anak-anak tidak aman sehingga menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.
“Ada anak SD, SMP kena Diabetes sehingga cuci darah dan gagal ginjal,” kata Agung dalam akun instagram pribadinya, dikutip pada Senin (29/12/2025).
Dia meminta orang tua agar berhati-hati dan mengawasi makanan yang dikonsumsi anak-anak terutama yang berkadar gula tinggi.
Baca Juga:
Agung Yansusan: Jabar Darurat Judi Online
Agung Yansusan dan Komisi II DPRD Jabar Matangkan Strategi Mekanisasi Pertanian Tahun 2026
Selain itu, Agung juga mengimbau agar anak-anak lebih banyak mengonsumsi air putih terutama susu agar tubuh lebih sehat.
“Kami mengimbau agar hati-hati dengan makanan bergula, karena melihat kasus Diabetes di Jabar cukup tinggi,” ucapnya.
Selain minuman berpemanis, Agung juga mengimbau warga agar hati-hati mengonsumsi minuman berenergi terutama bagi para atlet karena akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
“Atlet usia 25 tahun saja cuci darah karena seneng minuman berenergi, tapi air putih ditinggalkan,” katanya.
“Yuk, mulai lebih ketat menjaga apa yang masuk ke tubuh anak-anak kita. Sayangi ginjal mereka sejak dini sebelum terlambat,” katanya lagi.
Kasus diabetes di Jabar terus menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, terutama dengan adanya pergeseran usia penderita yang kini mulai merambah ke usia muda dan anak-anak.
Tercatat sekitar 1.788.570 (1,78 juta) penderita Diabetes Melitus (DM) di Jawa Barat, menurut data Open Data Jabar (2020).











