4 Alasan Larangan Menggunakan Pakaian Ketat Saat Masa Kehamilan

Pakaian ketat saat masa kehamilan
Pakaian ketat saat masa kehamilan. (pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pakaian ketat saat masa kehamilan sangat tidak dianjurkan, meskipun tidak membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan secara langsung, tapi pakaian ketat akan menimbulkan ketidaknyamanan.

Tubuh perempuan pasti akan mengalami banyak perubahan saat hamil, terutama di bagian perut. Menggunakan pakaian ketat memiliki potensi terjadinya beberapa masalah kesehatan bagi ibu hamil.

Alasan Hindari Pakaian Ketat Saat Hamil

Berikut adalah alasan mengapa ibu hamil sebaiknya menghindari pakaian ketat.

1. Risiko Infeksi Jamur

Penggunaan pakaian ketat dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada vagina. Selama kehamilan, perempuan cenderung mengalami peningkatan keputihan.

Jika pakaian dalam yang dikenakan terlalu ketat, lingkungan lembap ini akan menjadi tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak secara berlebihan, menyebabkan infeksi.

Studi menunjukkan bahwa perempuan yang sering mengenakan pakaian ketat lebih rentan terhadap kandidiasis, yang merupakan salah satu penyebab utama vaginitis.

Untuk mengurangi risiko ini, penting bagi ibu hamil untuk memilih pakaian yang longgar dan berbahan katun. Pakaian seperti ini memungkinkan area panggul bernapas dengan lebih baik, sehingga mengurangi kelembapan berlebihan yang bisa menyebabkan infeksi jamur.

Meskipun infeksi jamur selama kehamilan tidak berbahaya bagi janin, infeksi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi ibu hamil.

2. Risiko Heartburn

Pakaian ketat di bagian pinggang dapat memicu heartburn atau nyeri ulu hati. Ini karena selama kehamilan, peningkatan hormon progesteron menyebabkan pencernaan menjadi lebih lambat.

Ketika pencernaan melambat, makanan dan asam lambung bisa tertahan lebih lama di dalam perut, meningkatkan risiko heartburn.

Tekanan tambahan dari pakaian ketat di sekitar perut bisa memaksa isi perut naik ke esofagus, menyebabkan heartburn. Untuk menghindari hal ini, ibu hamil disarankan untuk mengenakan pakaian yang lebih longgar di bagian perut.

3. Risiko Sakit Punggung dan Kaki

Sakit punggung dan kaki adalah keluhan umum selama kehamilan, dan pakaian ketat bisa memperburuk kondisi ini. Penelitian menunjukkan bahwa mengenakan celana ketat dapat menyebabkan kompresi saraf tulang belakang, kondisi yang dikenal sebagai meralgia paresthetica. Ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan nyeri pada paha.

Selain itu, sakit kaki juga bisa disebabkan oleh tekanan dari pakaian ketat yang menghambat aliran darah. Mengenakan pakaian longgar dapat membantu mengurangi risiko ini.

4. Kurangnya Sirkulasi

Pakaian ketat, baik selama kehamilan maupun tidak, dapat memperlambat sirkulasi darah dalam tubuh. Selama kehamilan, tubuh membutuhkan aliran darah yang optimal untuk mendukung pertumbuhan janin. Pembuluh darah yang melebar pada awal kehamilan berfungsi untuk meningkatkan volume darah yang diperlukan.

Namun, jika aliran darah terhambat oleh pakaian ketat, ini bisa menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah. Kondisi ini bisa memicu pingsan, terutama saat berdiri tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring. Selain itu, pakaian ketat juga bisa menyebabkan pembengkakan, varises, dan wasir.

BACA JUGA: Penuhi Nutrisi Ibu Hamil dengan Buah Ini, Si Imut Kaya Khasiat

Agar janin mendapatkan pasokan dara yang sehat dan oksigen untuk tumbuh kembang yang optimal, sebaiknya tidak menggunakaan pakaian ketat saat masa kehamilan.

Tindakan untuk tidak menggunakan pakain tersebut juga, dapat mencegah terjadinya berbagai risiko yang muncul.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-08-08 at 17.00
Raih Pendanaan PKM RE Kemendiktisaintek 2026! Mahasiswi Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Jamu Nanopartikel Daun Salam Berbasis PlantCrystal sebagai Kandidat Pendekatan terhadap Kekakuan Arteri pada Hipertensi
KKN UBK
Optimalisasi Bounding Attachment dan Kesehatan Mental Ibu Usia Dini melalui Kelas Psikoedukasi serta Stimulasi Pijat Bayi Mandiri di Lingkungan Bagek Kembar
bank bjb Prima Awards 2026
Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026
WhatsApp Image 2026-08-08 at 07.38
DJP Jabar 1 Tegakkan Hukum Perpajakan, Korporasi SBAT Didenda Rp115 Miliar
JNE
Media Communication Head JNE Kurnia Nugraha Raih Indonesia Public Relations Top Leader 2026
Berita Lainnya

1

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-08 at 17.03
Farhan: Komunitas Turut Perkuat Pariwisata dan Promosi Kota Bandung
WhatsApp Image 2026-08-07 at 13.48
Mumpung Kemarau, KDS Dorong Percepatan Normalisasi Sungai di 12 Kecamatan
WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.16
Pemkot Bandung Pastikan Hak Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Terjamin
WhatsApp Image 2026-08-04 at 10.59
Sambut Operasional Legok Nangka, Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah