KKP Usulkan Ikan Kaleng di Program Makan Bergizi Gratis

Ikan kaleng makan bergizi gratis
Ikan kaleng. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) usulkan ikan kaleng menjadi salah satu sumber protein dalam program makan bergizi gratis pemerintah.

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistyo, ikan kaleng bisa menjadi alternatif bahan baku yang bergizi untuk program ini. Salah satu produk ikan kaleng yang diusulkan adalah ikan sarden.

“Ikan kaleng ini hasil olahan yang dapat dimanfaatkan,” jelas Budi mengutip RRI, Kamis (14/11/2024).

Selain ikan sarden, KKP juga mengusulkan ikan tongkol kaleng dan ikan berbumbu sebagai pilihan lainnya. Daftar produk ini telah diajukan kepada Badan Gizi Nasional untuk pertimbangan lebih lanjut. Namun, usulan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan akhir.

Sebagai bagian dari proses pengajuan, KKP juga menetapkan standar kualitas tinggi pada produk ikan kaleng yang diusulkan. Standar tersebut mencakup kebersihan dan pengemasan, yang harus dipenuhi sebelum produk bisa digunakan dalam program makan bergizi gratis ini.

Budi menambahkan bahwa usulan ini dilandasi oleh kebutuhan untuk menyediakan sumber protein yang mudah diakses, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang sulit mendapatkan ikan segar.

“Di daerah pantai ikan segar mudah didapat, tetapi di daratan ikan kaleng lebih praktis,” jelas Budi. Ketika distribusi rantai dingin belum terbangun, ikan kaleng menjadi pilihan protein.

Dalam situasi di mana fasilitas pendingin belum tersebar merata, ikan kaleng menawarkan cara yang lebih mudah untuk mendistribusikan protein.

Menanggapi stigma yang masih ada di masyarakat mengenai kandungan nutrisi ikan kaleng, KKP berencana meningkatkan edukasi, khususnya bagi dapur-dapur yang terlibat dalam program makan bergizi gratis. Tujuannya adalah memberikan pemahaman agar proses pengolahan ikan kaleng dilakukan dengan baik dan benar.

“Kami juga beri pemahaman pada dapur agar masak ikan dengan benar,” tambahnya.

Program makan bergizi gratis ini menyasar anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dan dijadwalkan mulai berjalan pada 2 Januari 2025.

BACA JUGA: Susu Ikan Masuk Program Makan Gratis, Ini Penjelasan KKP

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis dalam APBN, sebagai langkah untuk mendukung pemenuhan gizi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

 

 

(Virdiya/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun