Mahasiswa UNY Gelar Aksi, Soroti Kebijakan Satu Arah hingga Tes Kesehatan yang Merugikan

-

Tidak ada video disisipkan.

YOGYAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Aliansi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar aksi pada Senin (20/4/2026) sebagai bentuk respons terhadap sejumlah kebijakan kampus yang dinilai bermasalah. Kebijakan tersebut meliputi penerapan sistem jalan satu arah dan tiga pintu, biaya tes kesehatan, hingga persoalan status aktivis mahasiswa. Namun, dialog yang diharapkan menjadi ruang diskusi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Dikutip dari laman akun Instagram @gardabiru.uny, Kamis (23/4/2026). Terlihat mahasiswa melakukan aksinya dengan membawa banner yang bertuliskan “tolak kebijakan bobrok di kampus fasis” dan “jaga demokrasi lawan repress”. Selain itu, pada video tersebut mahasiswa juga menyatakan press release untuk merespon dampak kepemimpinan fasis UNY, dan menolak kebijakan yang tidak bijak.

Mahasiswa menilai berbagai kebijakan kampus belum dijalankan secara transparan, termasuk pengaturan lalu lintas satu arah yang dianggap tidak melibatkan partisipasi mahasiswa secara memadai. Selain itu, muncul pula dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan data survei yang digunakan sebagai dasar kebijakan.

Mereka juga menyoroti beban biaya tes kesehatan bagi mahasiswa baru tahun 2025 yang dinilai cukup memberatkan serta kurang transparan dalam mekanisme penetapan biayanya. Tidak hanya itu, mahasiswa turut menyinggung persoalan keterlambatan penerbitan sekitar 2.900 ijazah alumni UNY 2025 yang dinilai belum mendapatkan penjelasan yang jelas dari pihak universitas. Dalam pernyataannya, mahasiswa juga mengkritisi adanya surat pernyataan bermaterai yang disebut-sebut muncul dalam penanganan persoalan tersebut, yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan di lingkungan akademik.

Sorotan lain diarahkan pada status akademik aktivis mahasiswa Perdana Arie. Mahasiswa menilai perlu adanya kejelasan dari pihak kampus terkait status tersebut, sekaligus memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap aktivitas kemahasiswaan di lingkungan universitas.

Aksi tersebut diawali dengan pertemuan antara perwakilan aliansi mahasiswa dan Rektor UNY. Dalam forum itu, pihak rektorat memberikan ruang dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mahasiswa kemudian memaparkan hasil survei aduan terkait kebijakan jalan satu arah dan tiga pintu yang melibatkan 1.840 responden, dengan 1.650 di antaranya memberikan penilaian negatif.

Selain menyampaikan hasil survei, mahasiswa juga mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya pencabutan kebijakan jalan satu arah, kejelasan status akademik Perdana Arie, serta evaluasi terhadap kebijakan tes kesehatan bagi mahasiswa baru yang dinilai belum transparan dan tidak adil.

Respon rektor UNY
Menanggapi hal ini, rektor UNY memberikan beberapa respom dalam forum dialog bersama mahasiswa. Ia mengatakan bahwa data survei yang dipaparkan aliansi mahasiswa masih perlu diverifikasi karena dianggap belum mencerminkan suara mayoritas sivitas akademika secara keseluruhan.

Rektor juga menyampaikan bahwa sejauh ini terdapat tiga mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepadanya. Namun, ia menjelaskan mekanisme alternatif yang lebih luas bagi mahasiswa lain untuk menyampaikan aspirasi, terutama jika terdapat perbedaan pandangan terkait validitas data yang disampaikan aliansi

Terkait kasus akademik aktivis mahasiswa UNY, rector memastikan bahwa Keputusan akan diumumkan pada hari Senin setelah pelaksanaan UTBK di UNY. Sementara itu, isu mengenai kebijakan tes Kesehatan bagi mahasiswa belum mendapat tanggapan lebih lanjut dari pihak rektorat, sehingga belum ada kejelasan terkait evaluasi maupun Solusi atas persoalan tersebut.

Rektor juga menyampaikan bahwa kebijakan sistem jalan satu arah akan mulai diberlakukan secara permanen pada awal tahun 2027 sebagai bagian dari perencanaan kebijakan kampus. Ia menegaskan menolak tuntutan pencabutan kebijakan jalan satu darah dan tiga pintu, namun menerima sejumlah masukan seperto penambahan CCTV serta optimalisasi kinerja satuan pengamanan.

Hingga aksi berakhir, mahasiswa menilai tanggapan yang diberikan pihak rektorat masih jauh dari harapan. Sejumlah tuntutan dasar yang disampaikan juga belum mendapatkan respons yang dianggap memadai, bahkan sebagian di antaranya ditolak.

Aliansi mahasiswa menyatakan kekecewaannya atas hasil dialog tersebut dan menilai belum adanya ruang penyelesaian yang substantif. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu-isu yang telah disuarakan hingga terdapat kejelasan dan langkah konkret dari pihak universitas.

(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik