BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Banyak yang bertanya-tanya, apa lagi yang bisa diceritakan dari dunia menyeramkan karya Stephen King ini?
IT: Welcome to Derry akhirnya menjawab rasa penasaran itu dengan membawa penonton kembali ke kota kecil penuh misteri dan teror.
Serial ini menjadi pembuka semesta IT yang lebih luas, memperlihatkan bagaimana sosok Pennywise muncul untuk pertama kalinya dan bagaimana kengerian itu mulai tumbuh di Derry, Maine.
Tapi di balik semua ketegangan dan balon merah, ada banyak fakta menarik yang wajib kamu tahu sebelum (atau sesudah) menontonnya. Apa saja yang perlu kamu tahu tentang IT: Welcome to Derry? Simak dalam artikel ini untuk mengetahuinya!
1. Prekuel dari film ‘IT’ dan ‘IT: Chapter Two’
IT: Welcome to Derry merupakan prekuel dari dua film garapan Andy Muschietti, IT (2017) dan IT: Chapter Two (2019). Serial ini mengambil latar waktu sebelum peristiwa kedua film tersebut, yakni tahun 1962, sekitar 27 tahun sebelum kisah para anak-anak “Losers Club” menghadapi Pennywise.
Dengan begitu, serial ini mencoba menggali asal mula munculnya kejahatan di Derry yang sempat hanya disebut sekilas di film.
2. Terinspirasi bagian “Interludes” dalam novel Stephen King
Bagi pembaca setia novel IT (1986), istilah “Interludes” tentu tidak asing. Bagian ini menceritakan sejarah kelam Derry melalui berbagai tragedi seperti kebakaran Black Spot atau pembantaian gang lokal.
Nah, Muschietti menjadikan bagian inilah sebagai dasar cerita Welcome to Derry. Namun, alih-alih menampilkan semuanya, musim pertama fokus pada kisah Black Spot yang diadaptasi ke tahun 1960-an.
3. Stephen King “approved”!
Menariknya, Stephen King terlibat cukup dekat dalam proses pengembangan cerita. Menurut produser Jason Fuchs, King membaca dan menyetujui hampir seluruh naskah.
Bahkan, ia memuji episode pertama sebagai sesuatu yang “mengerikan dengan cara terbaik”. Ini menegaskan bahwa Welcome to Derry dibuat dengan restu dari sang pencipta semesta Derry itu sendiri.
4. Bill Skarsgård kembali jadi Pennywise
Bill Skarsgård, yang sukses memerankan Pennywise di dua film sebelumnya, mengulangi perannya di serial ini.
Ia bahkan terlibat sejak tahap ide awal bersama Muschietti, saat mereka sama-sama tertarik untuk menggali kisah asal mula “badut iblis” ini. Kehadirannya kembali menjadi daya tarik utama bagi penggemar waralaba IT.
5. Derry bukan sekadar kota fiksi
Stephen King selalu menggambarkan Derry sebagai kota yang tampak biasa namun menyimpan kebusukan di bawah permukaannya.
Serial ini memperluas gagasan tersebut, Derry menjadi alegori bagi ketakutan kolektif masyarakat, mulai dari isu rasisme hingga paranoia era Perang Dingin.
Sayangnya, beberapa kritikus menilai pendekatan sosial-politik ini terasa terlalu “menggurui” dan justru mengurangi ketegangan horornya.
6. Ada koneksi ke The Shining dan semesta King lainnya
Bagi penggemar semesta Stephen King, IT: Welcome to Derry memberikan banyak easter egg. Salah satunya adalah kemunculan Dick Hallorann muda—karakter yang kelak muncul di The Shining—diperankan oleh Chris Chalk.
Ada juga referensi singkat ke penjara Shawshank. Meski belum seintens Castle Rock, petunjuk-petunjuk ini membuka kemungkinan crossover dengan semesta lainnya di masa depan.
7. Aktor lainnya akan muncul
Selain Bill Skarsgård, serial ini dibintangi oleh Jovan Adepo sebagai Mayor Leroy Hanlon, Taylour Paige, James Remar, Stephen Rider, Madeleine Stowe, dan Rudy Mancuso.
Masing-masing karakter memiliki hubungan unik dengan misteri di Derry. Baik sebagai korban, penyelidik, maupun pihak yang mencoba memanfaatkan kekuatan jahat itu untuk kepentingan tertentu.
8. Penilaian yang seimbang
Beberapa kritikus, termasuk dari Slate Magazine, menilai serial ini sebagai proyek yang “ambisius tapi setengah matang”. Ceritanya dinilai terlalu berbelit dengan unsur fiksi ilmiah dan drama politik yang justru melemahkan inti horornya.
Namun di sisi lain, banyak penggemar memuji suasana kelam dan adegan-adegan mengerikan yang berhasil menghidupkan kembali ketegangan khas Derry.
Baca Juga:
Asal-Usul Pennywise Terungkap, Cek Sinopsis IT: Welcome to Derry
9. Mengingatkan pada ‘Stranger Things’
Menariknya, beberapa adegan Welcome to Derry terasa seperti cerminan Stranger Things. Dari gaya visual hingga dinamika antar anak-anak, banyak yang menilai serial ini terlalu bergantung pada formula nostalgia era 80-an.
Ironisnya, Stranger Things sendiri terinspirasi dari karya Stephen King, menciptakan lingkaran pengaruh yang membingungkan tapi menarik.
10. Pennywise tetap jadi pusat horor
Apapun pendapat tentang plot dan karakternya, satu hal pasti Pennywise tetap jadi ikon menakutkan yang tak tergantikan.
Dengan senyum lebar, balon merah, dan sorotan mata yang menggoda, sosok badut ini sekali lagi membuktikan bahwa ketakutan tidak perlu logika untuk terasa nyata.
Ia adalah manifestasi dari ketakutan masa kecil yang tak pernah benar-benar hilang.
(Anisa Kholifatul Jannah)











