Yassierli: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Magang Nasional 2026

Magang Nasional Batch 2
(doc.Kemnaker)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan kebijakan efisiensi anggaran tahap III yang dilakukan Kementerian Keuangan Republik Indonesia tidak akan berdampak pada program strategis, termasuk Magang Nasional 2026.

Menurutnya, efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah lebih menyasar pos belanja operasional seperti perjalanan dinas dan kegiatan rapat, sehingga tidak bersinggungan langsung dengan anggaran program prioritas.

“Beda pos alokasi. Jadi efisiensi ini terkait perjalanan dinas, rapat-rapat, bukan program Magang Nasional,” ujar Yassierli di Jakarta, Jumat.

Kepastian ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran publik terkait pengurangan anggaran di berbagai kementerian. Pasalnya, program Magang Nasional dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam menekan angka pengangguran, khususnya bagi lulusan baru.

Efisiensi Capai Rp181 Miliar

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya menerima surat dari Menteri Keuangan terkait efisiensi anggaran Kemnaker.

Dalam kebijakan tersebut, anggaran Kemnaker yang bersumber dari rupiah murni mengalami penyesuaian sebesar Rp181,8 miliar. Rinciannya terdiri dari efisiensi pada output khusus dan hasil identifikasi penghematan oleh Kementerian Keuangan.

Meski demikian, Yassierli menegaskan bahwa langkah efisiensi tersebut tidak menyentuh program-program utama yang langsung berdampak pada masyarakat.

Baca Juga:

Cara Cek Hasil Seleksi Magang Nasional Gelombang 2

Kuota Magang Berpotensi Naik

Untuk program Magang Nasional 2026, Kemnaker saat ini masih melakukan pembahasan lintas kementerian sebelum mendapatkan persetujuan akhir dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian, sebelum nantinya diajukan ke Presiden,” jelasnya.

Kemnaker sendiri mengusulkan peningkatan kuota peserta menjadi 150 ribu orang, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Usulan ini didorong oleh tingginya minat masyarakat, terutama dari kalangan fresh graduate.

Saat ini, sekitar 100 ribu peserta masih aktif mengikuti program yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Untuk tahap pertama, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa magang pada 19 April 2026.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City