BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Universitas Halim Sanusi (UHS) kembali melahirkan generasi baru yang siap mengambil peran di tengah perkembangan zaman. Sebanyak 174 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda Ketiga UHS Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di éL Hotel Bandung, Jalan Merdeka Nomor 2, Kota Bandung, Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema “Teatrikal Estafet Obor Kepemimpinan”, prosesi wisuda tahun ini tampil sarat makna. Estafet obor menjadi simbol keberlanjutan perjuangan, tanggung jawab, serta regenerasi kepemimpinan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Tema tersebut menggambarkan bahwa para lulusan UHS tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus siap membawa nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan perubahan positif di tengah masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, Universitas Halim Sanusi juga mempertegas transformasinya sebagai Kampus AI. Penguatan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi bagian dari langkah UHS dalam mempersiapkan mahasiswa dan lulusan agar mampu menghadapi tantangan serta menjawab kebutuhan dunia kerja di era digital.
Rektor Universitas Halim Sanusi, Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh lulusan agar menjadikan momentum wisuda sebagai awal perjalanan baru.
“Saya berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, melainkan terus beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kemampuan, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” katanya
Wisuda Ketiga UHS juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Ketua Umum DPP PUI Ust. H. Raizal Arifin, M.Sos., Ketua BPH KH. Nazar Haris, M.B.A., serta Anggota DPR RI Hj. Ledia Hanifa, M.Si.
Perjalanan Wisudawan dari Keterbatasan hingga Prestasi Nasional.

Momentum wisuda juga diwarnai dengan penyampaian kisah inspiratif dari T. Nurholid sebagai perwakilan wisudawan. Dalam sambutannya, ia mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di Universitas Halim Sanusi yang penuh tantangan, keterbatasan, dan perjuangan.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat menempuh pendidikan strata satu. Lahir dari keluarga yang belum memiliki pengalaman pendidikan tinggi, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus mengejar cita-cita.
Dengan kesempatan memperoleh beasiswa KIP, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Program Studi Fisika Universitas Halim Sanusi. Meski pada awalnya program studi tersebut bukan pilihan utama, pengalaman di bidang olimpiade fisika menjadi bekal untuk terus bertahan dan menyelesaikan pendidikan.
“Meski kita berada di tengah-tengah keterbatasan, tetapi jika mempunyai semangat, motivasi, dan pola pikir yang maju maka akan mendapatkan buah dari hasil kerja keras kita,” katanya.
Selama menjalani pendidikan, ia berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebanyak dua kali.
Pecapaian tersebut kemudian mengantarkannya mewakili salah satu kampus di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Makassar.
Tidak berhenti di sana, ia juga melanjutkan pengembangan riset melalui kolaborasi dengan pusat riset Universitas Padjadjaran untuk mempersiapkan karya ilmiah yang ditargetkan terbit pada jurnal internasional bereputasi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Semangat belajar, keberanian mengambil peluang, serta ketekunan dalam menjalani proses menjadi modal penting bagi generasi muda untuk meraih masa depan.
Ia pun mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati agar tidak memandang wisuda sebagai akhir perjalanan.
“Hari ini mungkin kita merasa telah sampai pada tujuan. Tetapi saya ingin mengajak kita untuk melihat hari ini bukan sebagai akhir dari perjalanan, melainkan sebagai awal dari perjalanan yang baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen, civitas akademika, serta seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan para mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, serta berbagai pengorbanan hingga anak-anak mereka berhasil menyandang gelar sarjana.
Menurutnya, keberhasilan para wisudawan bukanlah hasil perjuangan pribadi semata. Ada doa, kerja keras, dan pengorbanan keluarga yang menjadi bagian penting dari setiap langkah hingga sampai di panggung wisuda.
Ia berharap, sejauh apa pun para lulusan melangkah untuk mengejar cita-cita, mereka tidak akan pernah melupakan arti pulang dan kasih sayang keluarga.
Sementara itu, Ketua pelaksana wisuda ke 3, Yupitriani M.I.Kom mengaku sangat bersyukur karena kegiatan wisuda berjalan sukses berkat dukungan dari banyak pihak.
Menurutnya, Wisuda Ketiga UHS menjadi momentum penting untuk meneruskan estafet kepemimpinan kepada generasi baru.
Melalui semangat “Teatrikal Estafet Obor Kepemimpinan” dan transformasi sebagai Kampus AI, UHS berharap para lulusan yang diwisuda menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki karakter kuat, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, serta semangat untuk terus belajar, para lulusan Universitas Halim Sanusi kini memasuki babak baru untuk membawa obor kepemimpinan dan perubahan ke tengah masyarakat,” katanya.










