BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Perusahaan AI Anthropic kembali membuat gebrakan baru dengan merilis produk terbarunya bernama Claude Design. AI ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan sebuah desain visual hanya dengan sebuah prompt teks, tanpa perlu adanya desain grafis.
Claude Design menggunakan sistem yang berbasis Prompt, di mana pengguna cukup menuliskan prompt sesuai kebutuhan mereka. setelah itu, AI tersebut akan langsung menghasilkan desain awal dalam bentuk visual seperti presentasi, prototipe aplikasi hingga materi pemasaran.
Yang menarik, pengguna tidak hanya menerima hasil jadi. Mereka juga bisa melakukan revisi dengan mudah, seperti mengubah warna, tata letak, hingga ukuran teks hanya dengan prompt tambahan. Hal ini membuat proses desain jadi lebih fleksibel dan cepat dibanding media konvensional lainnya.
Tools ini dibuat untuk mempermudah pengguna dalam merancang sebuah desain, sehingga orang yang tidak memiliki latar belakang desain pun masih tetap bisa menggunakan AI tersebut.
Intergasi dan Konsistensi Desain
Meski terlihat seperti pesaing platform desain populer, Claude Design justru tidak bertujuan untuk menggantikan aplikasi seperti Canva atau Figma. Sebaliknya, AI ini bertujuan sebagai pelengkap, terutama di tahap awal pembuatan konsep
Hasil desain bisa diekspor ke berbagai format seperti PDF dan PPTX, atau langsung dilanjutkan ke Canva untuk proses editing yang lebih detail.
Baca Juga:
7 Alasan Artificial Intelligence (AI) Tidak Bisa Mengantikan Peran Manusia
Ini Fitur Lengkap UmHajGo, Aplikasi AI untuk Bantu Jemaah Umrah dan Haji
Selain itu, Claude Design punya kemampuan unik dalam menjaga konsistensi brand. Sistemnya bisa membaca codebase dan file desain perusahaan, sehingga hasil visual tetap sesuai dengan identitas brand yang sudah ada. Ini tentu penting untuk perusahaan yang punya standar desain tertentu.
Dampak dan Persaingan Industri
Peluncuran Claude Design menunjukkan bahwa persaingan di industri AI semakin luas, tidak hanya di bidang chatbot, tetapi juga ke produktivitas dan desain.
Dengan kemampuan membuat visual secara instan, tools ini berpotensi mengubah cara kerja dari tim kreatif dan profesial. Namun di sisi lain, kehadirannya juga mulai menantang Aplikasi dan AI lain di industri desain digital.
(Magang Unpas / Rahmadani)











