WHO Rekomendasikan Obat Khusus Pencegahan HIV

obat cegah HIV
(iSTOCK
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID –Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini meminta negara-negara mulai memberikan obat yang baru disetujui untuk mencegah paparan human immunodeficiency virus (HIV), terutama bagi kelompok berisiko di tengah beban kasus tinggi.

Rekomendasi tersebut menyusul izin Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau US Center for Disease Control and Prevention (CDC) terkait lenacapavir.

Lenacapavir dalam uji coba untuk pencegahan, terbukti secara signifikan mengurangi risiko infeksi dan memberikan perlindungan, hampir menyeluruh pada HIV pasca disuntikkan dua kali setahun.

“Rekomendasi baru ini dirancang untuk penggunaan di dunia nyata. WHO bekerja sama erat dengan negara-negara dan mitra untuk mendukung implementasinya,” ujar Dr. Meg Doherty, Direktur Departemen Program Global HIV, Hepatitis, dan Infeksi Menular Seksual WHO, Selasa (15/7/2025).

“Rekomendasi pertama adalah dalam suntikan jangka panjang, lenacapavir harus ditawarkan sebagai pilihan pencegahan tambahan bagi orang yang berisiko terinfeksi HIV dan sebagai bagian dari pencegahan kombinasi. Dengan demikian, kami menyebutnya rekomendasi kuat dengan tingkat kepastian bukti sedang hingga tinggi,” kata Doherty.

HIV terutama menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom atau berbagi jarum suntik. Bisa menyerang sistem kekebalan tubuh dan bila tidak diobati, dapat menyebabkan AIDS. Secara global, sekitar 40 juta orang hidup dengan HIV pada akhir 2023, menurut WHO.

Kekhawatiran seputar pendanaan untuk upaya pencegahan HIV global meningkat.

Baca Juga:

Subang Hadapi Ancaman HIV: Dinkes Catat 3.800 Kasus

Di Amerika Serikat, satu-satunya negara lenacapavir telah menerima persetujuan untuk pencegahan HIV sejauh ini, obat tersebut dijual dengan harga USD 28.218 atau sekitar Rp 400 juta untuk pencegahan HIV.

Biayanya serupa dengan harga pilihan obat pencegahan lainnya, menurut Gilead.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan dalam sebuah laporan yang dirilis Kamis, jutaan orang dapat meninggal akibat HIV pada 2029 jika pendanaan untuk program HIV hilang secara permanen.

Di antara 60 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang termasuk dalam laporan tersebut, 25 negara telah mengindikasikan peningkatan anggaran domestik mereka untuk upaya penanggulangan HIV tahun depan.

Namun, laporan tersebut mencatat hal itu mungkin tidak cukup untuk menggantikan skala pendanaan internasional yang sangat diandalkan oleh negara-negara ini.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun