War Ticket Haji Dikaji! Antri 26 Tahun Bisa Dipangkas, tapi Bayar Rp200 Juta

jemaah haji. war ticket haji
Ilustrasi. (Humas Kemenag Aceh)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah mulai mengkaji skema baru bernama war ticket yang merupakan mekanisme haji tanpa subsidi yang memungkinkan calon jamaah berangkat lebih cepat, asalkan siap menanggung biaya penuh.

Sebagai informasi, Sistem antrean haji Indonesia yang rata-rata menyentuh 26,4 tahun kini

Dua Skema Berjalan Berdampingan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan konsep ini dalam penutupan Rakernas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Tangerang, Banten pada Jumat (14/4 2026).

Ia menegaskan skema war ticket dirancang tidak menggantikan, melainkan berjalan paralel dengan sistem antrean reguler yang sudah ada.

“Ke depan, kalau Saudi membuka kuotanya dalam jumlah besar, kita akan buka dua skema. Pertama adalah skema antrean yang sudah ada. Skema yang kedua adalah skema yang istilah digunakan oleh Pak Menteri (Irfan Yusuf) itu adalah war ticket,” ujar Dahnil.

Pada skema reguler, jamaah tetap mendapatkan subsidi atau nilai manfaat dari dana kelolaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sementara pada skema war ticket, seluruh biaya ditanggung penuh oleh jamaah tanpa sentuhan subsidi sama sekali.

Berapa Biayanya? Bisa Tembus Rp200 Juta

Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada skema war ticket akan ditetapkan pemerintah bersama DPR RI berdasarkan perhitungan riil di lapangan bukan harga pasar bebas.

“Misalnya ditetapkan Rp200 juta per orang, maka itu menjadi biaya yang dibayar penuh oleh jamaah yang memilih skema ini,” jelas Dahnil.

Dahnil menegaskan penetapan harga sepenuhnya berada di tangan negara. Tidak ada mekanisme pasar bebas atau liberalisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui skema ini.

Bukan Jatah Reguler

Pemerintah memastikan kuota untuk skema war ticket tidak akan menggerus jatah haji reguler yang diterima Indonesia dari Arab Saudi setiap tahunnya. Kuota yang digunakan berasal dari dua sumber tambahan.

Pertama, dari kuota ekstra yang diberikan Pemerintah Arab Saudi di luar alokasi tahunan. Kedua, dari proyeksi besar Visi Arab Saudi 2030 yang menargetkan lonjakan kuota jamaah haji dunia — dari sekitar dua juta menjadi lebih dari lima juta orang.

Dana Haji Bisa Jebol Rp40 Triliun

Di balik wacana war ticket, ada kekhawatiran fiskal yang sangat nyata. Saat ini, dengan sekitar 203 ribu calon haji reguler, total dana penyelenggaraan haji sudah mencapai Rp18,2 triliun.

Jika kuota membengkak hingga 500 ribu orang seiring target Saudi 2030, kebutuhan dana diperkirakan melampaui Rp40 triliun.

“Jumlah sebesar itu kemungkinan tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh keuangan haji yang ada saat ini,” kata Dahnil.

War ticket hadir sebagai salah satu katup pengaman fiskal sekaligus jalan pintas bagi jamaah yang memenuhi syarat istitaah yang mampu secara finansial, fisik, dan mental untuk tidak lagi terjebak dalam antrean panjang yang melelahkan.

Baca Juga:

Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean, Jemaah Lama Tetap Jadi Prioritas

Ikuti Arahan Prabowo, Menhaj: Biaya Haji 2026 Tidak Naik

Menariknya, jamaah yang sudah terdaftar dalam antrean reguler pun diperbolehkan beralih ke skema war ticket. Namun konsekuensinya jelas: mereka harus melepaskan hak subsidi dan membayar biaya haji riil secara penuh tanpa nilai manfaat dari BPKH.

Seluruh pengelolaan kuota war ticket akan dijalankan melalui sistem yang dirancang transparan dan akuntabel oleh Kemenhaj memastikan tidak ada celah permainan di balik skema baru ini.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian