BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan Operasi Pasar Pangan Murah Menjelang Lebaran 2025 guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 2.818 kantor pos di seluruh Indonesia telah beroperasi melayani program tersebut.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono alias Mas Dar, mengungkapkan bahwa operasi pasar tersebut telah berlangsung sejak 24 Februari yang lalu sekitar satu hingga dua pekan sebelum Ramadan. Adapun lokasinya kebanyakan berlokasi di tingkat kecamatan.
“Dari 4.800 kantor pos yang ada, saat ini sudah 2.818 yang melayani operasi pasar. Targetnya sebelum Lebaran kita bisa mencapai 4.000 gerai,” ujar Sudaryono, dalam keterangannya usai meninjau Operasi Pangan Murah di Kantor Pos Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (21/3/2025),
BACA JUGA:
Mentan Tinjau Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Palangkaraya
Wamendag Ingatkan Pelaku Usaha Tidak Menimbun Bahan Pokok
Operasi pasar tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari minyak goreng, telur, daging dan beras dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau daripada di pasaran. Misalnya di Kantor Pos Bantul, harga beberapa komoditas yang ditawarkan antara lain beras SPHP seharga Rp12.000 per kg, bawang putih dibanderol dengan hagra Rp32.000 per kg, gula pasir seharga Rp15.000 per kg. Sementara daging ayam ras beku seharga Rp24.000 per kg dan minyak goreng subsidi dengan jenama Minyakkita dihargai sebesar Rp14.700 per liter.
Dalam keterangan yang sama, Faisal Rochmad Djoemadi selaku Direktur Utama Pos Indonesia mengungkapkan bahwa operasi pasar murah ini berlangsung hingga 29 Maret 2025 guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.
“Targetnya lebih dari 4.000 kantor cabang pos akan ikut serta. Saat ini 3.824 lokasi sudah siap, hanya terkendala pasokan yang tidak bisa dikirim sekaligus. Mudah-mudahan sebelum 29 Maret semua kantor pos bisa beroperasi,” kata Faisal.
Sebanyak 78 kantor pos di DIY sudah melayani pasar murah serta mencakup hampir seluruh kecamatan. Adapun beberapa wilayah yang belum tersedia akan segera dipersiapkan agar bisa melayani masyarakat.
Wamentan, dengan melihat antusiasi masyarakat, berharap jika program yang digelar ini tidak hanya berjalan selama Ramadan saja, tetapi juga diusahakan untuk berlanjut setelah Lebaran. Hal ini untuk memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau.
“Kami ingin setelah Lebaran gerai pangan murah ini tetap beroperasi agar rakyat bisa terus mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil,” pungkasnya.
(TM)