Viral Merokok Sambil Berkendara Ditegur Malah Ngeyel, Agung Yansusan Buka Suara

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen seorang pengendara motor yang kedapatan merokok sambil berkendara di jalan raya. Saat ditegur, pengendara tersebut justru menunjukkan respons yang dinilai tidak terima. Rekaman itu kemudian memantik perhatian warganet dan memicu diskusi soal keselamatan berkendara.

Video tersebut dibagikan melalui akun Instagram @agung.yansus. Dalam keterangan unggahannya tertulis, “Dikasih tahu baik-baik malah ngeyel. Inget, abu rokokmu nggak milih-milih mata siapa yang mau dibikin perih. Jangan nunggu kena mata orang baru mau sadar. Berkendara cerdas itu nggak ngerugiin orang lain.”

Kalimat tersebut menegaskan pesan bahwa kebiasaan merokok saat mengendarai sepeda motor bukan hanya berisiko bagi diri sendiri, tetapi juga bisa membahayakan pengguna jalan lain.

Dalam video yang diunggah, Agung yang diketahui sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat turut memberikan penjelasan terkait aturan yang berlaku. Ia menyebut bahwa merokok saat berkendara sebenarnya telah diatur dalam regulasi pemerintah.

Agung menjelaskan bahwa dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 6, terdapat larangan bagi pengendara untuk melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara, termasuk merokok. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga:

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Agung Yansusan Soroti Peredaran Tramadol dan Excimer yang Mengancam Generasi Muda

Anggota DPRD Jabar Agung Yansusan Apresiasi Hasil Pembangunan Jalan Provinsi

Ia menekankan bahwa berkendara membutuhkan fokus penuh. Aktivitas seperti memegang rokok, membuang abu, atau bahkan menahan bara rokok berpotensi mengurangi kendali terhadap kendaraan. Selain itu, abu rokok yang tertiup angin bisa mengenai mata pengendara lain di belakangnya dan memicu kecelakaan.

Melalui unggahan tersebut, Agung juga mengajak masyarakat, khususnya para perokok, untuk mulai mempertimbangkan berhenti merokok. Ajakan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan bersama.

Menurutnya, kesadaran untuk tidak merokok saat berkendara bukan sekadar soal menaati aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial di jalan raya. Ia mengingatkan bahwa jalan merupakan ruang publik yang digunakan bersama, sehingga setiap pengendara wajib menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain.

Video ini pun menuai beragam respons dari warganet. Sebagian besar mendukung teguran yang diberikan dan mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Banyak yang menilai bahwa kebiasaan merokok sambil berkendara masih kerap ditemui di jalan dan sering kali dianggap sepele.

Padahal, risiko yang ditimbulkan tidak kecil. Selain berpotensi mengganggu konsentrasi, bara rokok juga bisa jatuh dan mengenai pengguna jalan lain atau memicu percikan api di kondisi tertentu. Belum lagi asap dan abu rokok yang dapat mengganggu jarak pandang pengendara di belakangnya.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 sendiri mengatur tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Dalam regulasi tersebut, pengendara dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu konsentrasi saat berkendara. Hal ini mencakup berbagai tindakan yang dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kejadian yang terekam dalam video tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Teguran yang disampaikan secara baik seharusnya bisa menjadi bahan refleksi, bukan justru ditanggapi dengan sikap defensif.

Pesan yang disampaikan melalui unggahan ini sederhana namun penting: berkendara cerdas berarti tidak merugikan orang lain. Kesadaran kecil seperti tidak merokok saat mengemudi bisa berdampak besar terhadap keselamatan bersama.

Dengan semakin maraknya kampanye keselamatan berlalu lintas di media sosial, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa setiap tindakan di jalan memiliki konsekuensi. Disiplin dan kepedulian menjadi kunci untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Anggia Ananda Safitri)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City