Viral! Cuci Nampan MBG di Air Kotor, Netizen Beri Paham

cuci nampan mbg
(Tangkap layar kolase/X)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah rekaman Video memperlihatkan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencuci tempat Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan air yang nampak kotor, viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, terlihat beberapa nampan yang telah diberi sabun lalu dibilas dan dilempar ke genangan air yang tampak keruh.

Rekaman itu pertama kali diunggah oleh akun X @neVeraAl0nely__ pada Kamis (o2/10/2025). Dalam unggahannya, pengunggah menyoroti potensi bahaya kesehatan akibat proses pencucian yang tidak sesuai standar, serta mengingatkan pentingnya penerapan prosedur higienis dalam pengelolaan alat makan program MBG.

“Video viral memperlihatkan petugas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipatat, Bandung Barat, mencuci nampan dengan cara tidak higienis: direndam sabun lalu dibilas di air menggenang. Akibatnya, operasional dapur dihentikan sementara (1/10/2025) usai inspeksi SPPG. Pengelola diminta segera perbaiki fasilitas sesuai standar,” tulis akun tersebut dalam cuitannya.

Lokasi dapur yang terekam dalam video disebut berada di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Setelah video menyebar luas, pihak berwenang dilaporkan langsung melakukan inspeksi lapangan dan menangguhkan sementara kegiatan dapur MBG tersebut.

BACA JUGA:

Sumber Keracunan MBG Kadungora Garut Semakin Mengarah pada Susu Kemasan

Sorotan Belum Mereda, Siapa Mantan Dosen UIN Malang Viral? Sepak Terjang Bukan Orang Sembarang!

Dalam video berdurasi beberapa detik itu, terlihat jelas kondisi dapur yang tidak higienis. Nampan-nampan yang sudah dibersihkan justru dilempar ke genangan berwarna butek kecoklatan. Pemandangan ini membuat banyak warganet geram dan mempertanyakan standar kebersihan di dapur-dapur penyelenggara program MBG.

“Ini yg terekspos saja. Sedangkan ada puluhan ribu dapur MBG dalam program ini. Nyuci juga pakai sabun apa? Bahan kimia apa yang terkandung dalam sabun tersebut & pasti akan menempel terbawa nampan untuk diisi ulang makanan esok harinya. Dah mah airnya kotor, gimana gak keracunan?,” tulis komentar akun  @den**

“Air mengalir saja tidak cukup bos. Untuk layanan makanan sebesar MBG ini sudah harus pakai mesin cuci khusus yang pakai air panas 80°–100°. Seharusnya BGN mensyaratkan ini ke setiap dapur mitra MBG. Ditambah, air yang digunakan untuk memasak harus air RO, bukan air PAM, apalagi air sumur,” tulis akun @f5a**.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun