King Abdi Promosikan Miras, Dicap Coreng Malang!

king abdi miras
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Konten kreator masakan, Amrizal Nuril Abdi (King Abdi) , baru-baru ini tak lepas dar sorotan publik, buntut promosikan sebuah toko penjual minuman beralkohol yang baru dibuka di Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi kurang lebih 3 menit itu, mantan kontestan Master Chef tersebut terlihat memperomosikan dan beredar luas melalui berbagai grup WhatsApp.

Pada rekaman itu, King Abdi tampak tengah merekomendasikan produk-produk minuman keras yang tersedia di toko tersebut, yang berlokasi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang. Ia juga memaparkan harga-harga yang ditawarkan sembari mengeksplorasi isi toko.

Namun, video tersebut langsung memicu kontroversi. Banyak pihak mengecam isi konten tersebut karena dinilai bertentangan dengan norma masyarakat dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 4 Tahun 2020 mengenai Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, memberikan respons tegas atas kejadian ini. Ia menyayangkan penggunaan bahasa dalam promosi yang dinilai provokatif dan tidak mendidik.

“Kalau memang mau promosi, jangan menggunakan bahasa-bahasa yang provokatif,” tegas Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, dikutip Kamis (17/07/2025).

Meski video telah ditarik dari peredaran (takedown), ia menilai dampaknya telah terlanjur menyebar ke masyarakat. Ia juga mengkritik absennya batasan usia penonton maupun peringatan bahaya alkohol dalam video tersebut.

BACA JUGA:

Viral! Emak-emak Adu Mulut Rebutan Bangku Depan Sekolah

Lagunya Viral, Dipakai sebagai Backsound Pacu Jalur di Riau, Melly Mike akan Kunjungi Indonesia

Salah satu bagian dalam video yang membandingkan minuman beralkohol dengan es teh juga turut dikritik. Menurut Mia, narasi tersebut sangat tidak pantas dan berpotensi memberi pengaruh negatif.

“Kreatif boleh, tapi jangan tanamkan nilai yang enggak baik. Iklan boleh viral, tapi tetap harus beretika,” ucapnya.

Kecaman serupa juga disampaikan oleh anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, Arif Wahyudi. Ia menilai konten iklan tersebut tak hanya mencoreng etika, tetapi juga mencemarkan nama baik Kota Malang.

Arif juga menyoroti kurangnya aspek edukasi dan tanggung jawab dalam promosi tersebut. “Tidak ada norma yang dijaga. Kontennya liar, ditujukan untuk semua kalangan tanpa pembatasan,” lanjutnya.

Ia pun meminta agar Pemerintah Kota Malang melalui wali kota segera turun tangan. Ia menuntut tidak hanya penanganan terhadap konten dan pihak yang memproduksi video, tetapi juga terhadap toko yang dipromosikan.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City