Tren Thrifting di Era Sekarang, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

Thrifting
Ilustrasi Thrifting (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan kesadaran akan isu lingkungan, tren membeli pakaian bekas alias thrifting semakin digandrungi anak muda Indonesia.

Aktivitas ini bukan cuma soal berburu pakaian murah, tapi juga tentang gaya hidup, ekspresi diri, dan dukungan terhadap gerakan ramah lingkungan.

Namun di balik popularitasnya, tren ini juga punya sisi lain yang patut diperhatikan. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan

Salah satu alasan utama thrifting jadi favorit adalah karena hemat dan terjangkau. Bagi mahasiswa atau pekerja muda, pakaian preloved atau bekas bisa jadi solusi tampil gaya tanpa bikin kantong jebol.

Banyak anak muda bahkan menjadikannya ajang “berburu harta karun” untuk mencari item unik atau branded yang jarang ditemukan di toko biasa.

Selain murah, thrifting juga semakin dilihat sebagai bagian dari gerakan keberlanjutan lingkungan. Dengan membeli pakaian bekas yang masih layak pakai, pembeli ikut memperpanjang umur pakaian dan membantu mengurangi limbah tekstil yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Tak hanya itu, thrifting menawarkan keunikan dan nilai estetika tersendiri. Setiap pakaian punya cerita dan karakter, apalagi kalau berasal dari era berbeda. Anak muda kini memanfaatkan gaya ini untuk tampil autentik, anti-mainstream, dan tetap stylish di media sosial.

Kekurangan dan Tantangan

Meski tampak seru, thrifting juga punya sisi negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah dampak terhadap industri fesyen lokal.

Data menunjukkan bahwa impor pakaian bekas ke Indonesia terus meningkat, bahkan mencapai 30% per tahun. Kondisi ini bisa membuat produk lokal kalah bersaing dan menghambat pertumbuhan industri kreatif dalam negeri.

Masalah lainnya adalah kualitas dan kebersihan barang. Tidak semua pakaian preloved atau bekas datang dalam kondisi baik—ada yang kotor, rusak, atau tidak melalui proses sterilisasi yang layak. Karena itu, pembeli perlu lebih teliti dan selektif saat memilih.

Selain itu, muncul juga kritik bahwa tren thrifting kini mulai bergeser menjadi konsumsi tren semata, bukan karena kesadaran lingkungan.

Banyak orang membeli berlebihan hanya karena murah atau ingin tampil kekinian, tanpa memahami makna keberlanjutan yang sebenarnya.

Pada akhirnya, thrifting menawarkan banyak nilai positif, mulai dari hemat, unik, hingga berkontribusi terhadap lingkungan. Tapi agar tak sekadar jadi tren musiman, gaya hidup ini perlu dijalankan dengan lebih sadar dan bertanggung jawab.

Cobalah untuk memilih pakaian dengan bijak, mendukung merek lokal, dan tidak membeli berlebihan. Dengan begitu, thrifting bisa menjadi simbol gaya hidup cerdas, etis, dan berkelanjutan—bukan sekadar “belanja murah”.

(Vischa Leonita/Magang UNLA/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City