Telaah Mahfud MD pada Janji Pemberantasan Korupsi Prabowo

mahfud md prabowo
(Kemhan RI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD mengungkit pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan korupsi.

Ia menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan Prabowo masih belum optimal. Akan tetapi, penanganan-penanganan kasus korupsi masih cukup baik.

Adapun dari kasus yang telah ditangani, diantaranya ugaan skandal suap hakim yang menjerat eks pejabat MA, Zarof Ricar, kasus judi online pegawai Komdigi, hingga dugaan korupsi kuota haji di era mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang kini sedang diusut oleh KPK.

“Ya menurut saya ya atau kita semua secara objektif kemajuan-kemajuan di dalam penegakan hukum terutama pemberantas korupsi, pemberantasan korupsi itu ya lumayan. Lumayan dalam arti ada belasan kasuslah sekitar lebih dari 15 atau berapa di tingkat pusat saja ya yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, di luar yang ditangani KPK, di luar juga yang di daerah-daerah kan banyak tuh itu sudah mulai ditindak dan hasilnya lumayan,” ujar Mahfud dalam tayangan Youtube pribadinya, dikutip Kamis (03/07/2025).

BACA JUGA:

Tekan Prabowo pada Polri di HUT Bhayangkara, Harus Rasakan Penderitaan Rakyat!

Tidak Tuntaskan Acara AMPI Golkar, Bahlil Dipanggil Prabowo ke Hambalang

Dalam pengamatannya, menurut Mahfud masih ada penghalang kerja aparat hukum yang tidak berjalan dengan baik.

Namun, ia masih memaklumi penanganan-penanganan yang dilakukan dalam pemerintahan Prabowo.

“Tadi saya sebut ada belasan memang ada political barrier atau handicap ya yang menghalang sehingga kita mungkin masih harus memaklumi. Tetapi yang sekarang dicapai menurut saya harus diapresiasi juga itu karena ada belasan kasus tadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud kian membuka sederet narasi dalam karya Prabowo yang tertuang buku  ‘Paradoks Indonesia.’ . Ia menyoroti terkait upaya pemberantasan korupsi dalam era kepemimpinan Prabowo.

“Menurut saya sekali lagi meskipun dengan segala kekurangannya kemajuan-kemajuan untuk pemberantasan korupsi itu sudah bagus dan kita ukur aja dari komitmennya. Komitmennya ini saya ambil dari pernyataan Pak Prabowo yang narasinya dibuat oleh Pak Prabowo sendiri. Di dalam buku yang kemarin kita bahas Paradoks Indonesia,” ujarnya.

Pada buku itu, Mahfud juga mengulas narasi Prabowo, yaitu pembegalan demokrasi.

Ia membeberkan alasannya mengulas narasi Prabowo dalam buku tersebut, agar publik bisa ikut mengawal.

“Di buku 111 saya sebut halaman 111 detail saya biar apa? biar orang mengecek sendiri betapa komitnya kemarahan Pak Prabowo terhadap politik uang itu luar biasa sejak dulu dan itu ditulis dan diminta para menterinya membaca buku itu,” bebernya.

Lebih lanjut, kata Mahfud. ada dua hal yang menjadi beban Prabowo sebagai kepala negara, yakni supermasi sipil dan masalah koruptor.

“Ada lagi di halaman 112. Dua tugas besar untuk mewujudkan demokrasi yang kita dambakkan ada dua katanya. Satu, kita harus pastikan supremasi hukum. Yang kedua, kita harus kejar dan tangkap koruptor,” ujarnya.

Ia juga mengungkit narasi Prabow yang mengatakan, negara bakal bubar jika aparat penegak hukum membiarkan koruptor berkeliaran pada pemerintahan.

“‘Kalau Anda merobek-robek hukum, Anda harus hadapi risiko yang Anda lakukan. Siapa yang menabur angin, dialah yang menuai badai.’ Itu ancaman Prabowo halaman 114 di buku itu,” ujar Mahfud.

“Sejarah peradaban manusia mengajarkan setiap negara yang tidak mampu mengatasi korupsi di pemerintahannya, negara itu akan bubar, (kata) Pak Prabowo. Jadi dia sungguh-sungguh tuh harus kalau gak masuk, menghatam korupsi, kita akan bubar ini. Makanya Pak Prabowo pegang nampaknya komitmen ini dan mulai mengungkap kasus-kasus yang tadi belasan yang di tingkat pusat itu, kasus lama sebenarnya,” imbuhnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City