Tega, Demi Uang Mondy Tatto Fitnah Dilecehkan Ustadz Ebit Lew

mondy tatto
(Disway)

Bagikan

BANDUNG,TM.ID: Dalam sebuah live ustaz Derry Sulaiman mengungkap isi chat dari Mondy Tatto yang mengaku jika dia telah memfitnah Ustaz Ebit Lew.

Lalu apa yang membuat dirinya sampai rela melakukan hal tersebut? Berikut merupakan klarifikasi.

Ustaz Derry Sulaeman mengungkapkan isi percakapan chat yang memperlihatkan Mondy Tatto berbohong tentang dugaan pelecehan yang dilakukan ustaz Ebit Lew. Isi dari chat itu, dia mengaku keterangan yang ia ucapkan ternyata tidak pernah terjadi.

Mondy berterus terang, hal itu dilakukan lantaran membutuhkan uang.

“Iya yang masalah pemerkosaan itu tidak benar mondi bohong. Yang di pegang2 juga mondi bohong. Sebenrnya ga ada kaya gtu. Mondi cuma pengen uang doang,” ucap Mondy Tatto kepada Ketua Punk Hidayah, Bang Zedi melalui pesan WhatsApp.

Lantas ustaz Derry berharap pada publik, agar tidak memberikan cibiran. Karena isu tersebut sudah terbantahkan.

“Dia sudah mengaku salah kalian masih percaya dia? sebegitu besarkan kebencian mu kepada Ustaz Ebit Lew. Orang tidak salah difitnah,” katanya.

“Kasian guys orang baik di fitnah. Dia bohong guys,” sambung Ustaz Derry sambil beberapa kali beristigfar.

BACA JUGA: Ustadz Khalid Basalamah Komen Oklin Jilat Es Krim: Dia Harusnya Lebih Patuh

Pengakuan Mondy Tatto saat Dilecehkan

Sebelumnya, Mondy mengaku jika dia mendapat pelecehan dari ustaz Ebit Lew. Dia menyebutkan ustaz Ebit berupaya menyentuhnya saat pertama bertemu.

“Malam itu aku duduk dan tidur karena ngantuk. (Tiba-tiba disuruh) bangun. (Ustaz Ebit Lew puji) kamu cantik sekali ya. Aku kan ada tato yang ini (pipi). Tato kamu cantik, mengusap pipi dan aku langsung menghindar,” ungkap Mondy dalam sebuah video di kanal YouTube CapriceOriginalFilms.

Dia tidak menduga jika hal itu akan terjadi pada dirinya dan dilakukan oleh seorang pendakwah. Saat itu dia sedang menuntut ilmu agama ke Malaysia agar lebih baik.

“Aku langsung berpikir dalam hati, ‘Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?’. Aku takut. Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas,” ungkapnya.

Apalagi dia menyebut, Ustaz Ebit sangat berani dan hampir akan mencium dirinya saat berada di Negeri Jiran itu.

“Memang dia baik. Tapi ketika di dalam mobil, di dalam kereta, dia mau cium aku, pegang tangan aku, usap-usap pipiku. Itu baru hari pertama, bagaimana hari ke depannya selama aku di Malaysia. Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan nanti kan,” sambungnya.

 

(Kaje/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Tarif resiprokal
Prabowo Minta 'Diam' Kabinet Tak Komentar Tarif resiprokal, kenapa?
film pabrik gula-5
Disebut Mirip, Ini Persamaan Film Pabrik Gula dan KKN di Desa Penari
Mayat tanpa kepala
Geger! Mayat Kondisi Tubuh Tidak Lengkap Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep
Rekonstruksi jurnalis Juwita
Rekonstruksi Jurnalis Juwita Tidak Menampilkan Adegan Rudapaksa
One Piece Chapter 1145
Review One Piece Chapter 1145, Pertarungan Klimaks di Elbaf Dimulai!
Berita Lainnya

1

Link Live Streaming Real Madrid vs Valencia Selain Yalla Shoot

2

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

3

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

4

Link Live Streaming Barcelona vs Real Betis Selain Yalla Shoot

5

Jurnalis Media Online Tewas di Hotel Jakbar, Diduga Korban Pembunuhan
Headline
Prabowo Malaysia
Prabowo Segera Bertolak ke Malaysia Temui PM Anwar, soal Tarif Resiprokal AS?
Gempa Magnitudo 5,1Guncang Bayah Banten
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bayah Banten
Prabowo dan Presiden Prancis Perkuat Kerja Sama Hadapi Tarif Trump
Prabowo dan Presiden Prancis Perkuat Kerja Sama Hadapi Tarif Resiprokal AS
KDM Tindak Tegas Pemotongan Bantuan untuk Sopir Angkot, Pelaku Tetap Diproses Meski Dana Sudah Dikembalikan
KDM Tindak Tegas Pemotongan Bantuan untuk Sopir Angkot, Pelaku Tetap Diproses Meski Dana Sudah Dikembalikan

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.