Tata Cara Salat Tarawih Biar Ibadah Malam Ramadan Makin Khusyuk

Foto: Gemini AI
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kalau ada satu ibadah yang paling identik dengan suasana Ramadan, jawabannya pasti salat tarawih. Aroma masjid yang sejuk, suara lantunan ayat yang mengalun indah, shaf yang rapat penuh jamaah. Tapi, sudah tahu betul belum bagaimana tata cara yang benar?

Tak perlu khawatir, Di sini kita akan bahas tuntas!

Bacaan Niat Salat Tarawih

Sebagai Makmum (Berjamaah):
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sebagai Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Salat Sendiri (Munfarid):
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih

Secara teknis, gerakan salat tarawih pada dasarnya sama seperti salat sunnah dua rakaat pada umumnya. Diawali niat dan takbiratul ihram, diakhiri salam. Yang membedakan adalah niatnya, dan bahwa sholat ini dilakukan berulang dua rakaat per dua rakaat hingga mencapai jumlah yang diinginkan.

Berikut urutan lengkap untuk setiap dua rakaat:

  1. Niat: Dilafalkan dalam hati, bisa juga diucapkan pelan sebelum takbiratul ihram.
  2. Takbiratul Ihram: Berdiri menghadap kiblat, angkat kedua tangan sejajar telinga, dan ucapkan “Allahu Akbar” dengan penuh penghayatan.
  3. Doa Iftitah: Dibaca pelan setelah takbiratul ihram sebagai pembuka salat.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah: Ini adalah rukun sholat yang wajib dibaca di setiap rakaat.
  5. Membaca Surah dari Al-Qur’an: Dianjurkan memilih surah-surah pendek, terutama saat berjamaah agar tidak memberatkan.
  6. Rukuk dengan Tumaninah: Membungkuk dengan posisi sempurna, tidak tergesa-gesa, sambil membaca doa rukuk.
  7. I’tidal dengan Tumaninah: Bangkit berdiri tegak dengan tenang.
  8. Sujud Pertama dengan Tumaninah: Sujud penuh dengan khidmat, membaca doa sujud.
  9. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak dengan tenang sambil membaca doa.
  10. Sujud Kedua dengan Tumaninah: Ulangi sujud yang sama seperti sujud pertama.
  11. Duduk Istirahat Sejenak: Sebelum berdiri untuk rakaat kedua, ada anjuran duduk sebentar untuk menstabilkan posisi.
  12. Rakaat Kedua: Kerjakan dengan urutan yang sama persis seperti rakaat pertama.
  13. Tasyahhud Akhir dan Salam: Duduk tasyahhud di akhir rakaat kedua, lalu akhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.
    Rangkaian dua rakaat ini diulang terus hingga mencapai 8 rakaat (4 kali salam) atau 20 rakaat (10 kali salam), sesuai pilihan masing-masing.

Baca Juga:

Ini Hal-Hal yang Wajib Kamu Hindari Selama Ramadan!

Tutup dengan Sholat Witir

Satu hal yang tidak boleh terlewat setelah tarawih adalah salat witir. Kata witir sendiri berarti ganjil yang berarti rakaatnya selalu ganjil. Paling umum dikerjakan adalah 3 rakaat, meskipun 1 rakaat atau 5 rakaat juga diperbolehkan.

Niat Salat Witir 3 Rakaat (Sendiri):
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalātsa raka’ātin mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat salat sunnah Witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Secara hukum, salat tarawih termasuk dalam kategori sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslim laki-laki maupun perempuan. Tidak mengerjakan tarawih tidak berdosa, tapi meninggalkannya berarti kehilangan kesempatan besar yang hanya datang satu kali dalam setahun.

Keutamaannya pun luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Selain itu, bagi yang berjamaah dan mengikuti salat hingga selesai, pahalanya setara dengan salat semalam penuh.

(Magang UNPAD/Rifa Rayja Athallah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City