BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Entrepreneur Expo di Aula Timur Kampus Ganesha. Ajang ini menjadi ruang pamer inovasi wirausaha se-Jawa Barat, sekaligus menyoroti potensi kewirausahaan mahasiswa. Salah satu karya yang mencuri perhatian datang dari mahasiswa ITB, yakni Maore, brand tas lipat multifungsi yang dirintis oleh Mochammad Ariq Syah (Teknik Industri 2022) bersama Muhammad Riyandika Priyatna (Teknik Industri 2022) yang menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO).
Maore berdiri pada akhir Desember 2023, terinspirasi dari kebiasaan mahasiswa yang kerap merasa repot membawa tas besar untuk barang yang sebenarnya tidak banyak.
“Banyak mahasiswa ingin membawa sedikit barang, tetapi enggan memakai tas besar,” ujar Riyandika, melansir ITB.
Dari permasalahan itu lahirlah tas lipat inovatif yang bisa berfungsi sebagai ransel atau totebag, namun dapat dilipat menjadi pouch ringkas saat tidak dipakai.
Fungsional, Tahan Air, dan Stylish
Produk Maore dirancang dengan volume besar sehingga mampu menampung laptop, buku, dompet, hingga perlengkapan sehari-hari. Keunggulannya semakin lengkap dengan penggunaan bahan anti air yang membuat tas tahan berbagai kondisi cuaca.
Selain tas lipat berupa backpack dan totebag, Maore juga menghadirkan lini produk lain seperti card holder, lanyard, handbag, sling bag, hingga sling pouch, yang semuanya mengedepankan fungsionalitas dan gaya.
Untuk memperluas pasar, Maore aktif memanfaatkan Instagram, TikTok, dan e-commerce. Menariknya, strategi word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut juga masih berperan penting dalam mendorong penjualan.
Saat ini, tim Maore terdiri dari 15 orang, termasuk 12 penjahit yang menjadi motor produksi. Ke depan, Maore berencana memperkuat pemasaran lewat website resmi agar lebih dekat dengan konsumen.
Didukung Program Mahasiswa Kewirausahaan
Keseriusan Maore dalam berbisnis turut mendapat dukungan dari Program Mahasiswa Kewirausahaan (PMW) ITB yang dikelola ITB Career Center. Melalui program tersebut, Maore memperoleh pendanaan sekaligus bimbingan dari mentor kewirausahaan. Pendampingan ini membantu tim menyusun strategi bisnis dan menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga:
Mahasiswa ITB Raih Juara Nasional dengan Inovasi Energi Panas Bumi Ramah Lingkungan
Mouse Sekaligus Earbud? Inovasi Gila dari Honor Ini Bikin Kaget
Nama “Maore” mengandung filosofi mendalam: “Ma” diambil dari nama pendiri Mochammad Ariq, “O” melambangkan rezeki yang tidak pernah putus, dan “Re” bermakna bahwa setiap usaha akan selalu menghasilkan reaksi.
Kehadiran Maore menjadi bukti nyata bagaimana inovasi mahasiswa ITB mampu menghadirkan solusi praktis yang menjawab kebutuhan pasar sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan muda di Indonesia.
(Virdiya/Aak)











