Suara Jalanan di Depan Gedung Dewan, BEM SI Jabar Soroti Isu HAM dan Militerisme di Ruang Sipil

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat melakukan asksi demonstrasi pada, Senin (20/4/2026) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar. Aksi ini bertajuk “Republik Otoriter” yang menjadi bentuk respons terhadap berbagai isu hak asasi manusia dan meningkatnya kekhawatiran terhadap praktik militerisme di ruang sipil.

Aksi ini digelar pada sore hari, titik awal kumpul di Taman Maluku sekitar pukul 15.00 WIB sebelum massa melakukan mobilisasi menuju lokasi aksi pada pukul 16.00 WIB. Aksi tersebut menyerukan berbagai tuntutan serta menyuarakan penolakan terhadap bentuk represifitas negara.

Tuntutan utama yang dilayangkan mencakup pengusutan tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara transparan dan akuntabel, mencabut UU No.3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU No.34 Tahun 2004 tentang TNI, mencabut pasal 0 angka 1 UU No.31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, pengalihan proses hukum ke peradilan umum, hentikan militerisme dalam ranah sipil dan pemberhentian represivitas terror pada Gerakan rakyat, dan mendorong pembentukan regulasi ketat terkait distribusi dan penggunaan air keras.

Dikutip pada laman akun Instagram @persbirama, Kamis (23/4/2026). Mengenai target waktu untuk mendapatkan tanggapan dari pihak berwenang, Muhammad Rizaldi selaku Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Barat menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan lini masa yang akan disampaikan secara resmi sebagai bentuk keseriusan aliansi mahasiswa.

“Kami memberikan waktu, dan apabila pemerintah pusat tidak memberikan respons, maka kami akan melakukan peningkatan jumlah massa aksi yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pendemo juga menyampaikan keraguannya terhadap komitmen pemerintah saat ini dan menuturkan bahwa harapannya kini lebih tertuju kepada masyarakat agar ikut bersuara serta bergerak bersama. Ia menegaskan bahwa harapannya sepenuhnya tertuju kepada masyarakat Indonesia agar semua rekan-rekan berani bangkit untuk melakukan perlawanan karena saat ini pemerintah dinilai tidak lagi mampu mendengarkan suara rakyat.

Aksi ini menjadi salah satu rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa yang kembali menyoroti isu-isu nasional, terutama terkait kebijakan dan isu hak asasi manusia yang mereka nilai masih perlu perhatian lebih lanjut dari pemerintah.

(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City