Study Tour Mahal Bikin Orang Tua Kelimpungan, KDM: Itu Bukan Belajar, Cuma Piknik!

Study Tour Mahal Bikin Orang Tua Kelimpungan, KDM: Itu Bukan Belajar, Cuma Piknik!
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Podcast (Tangkapan Layar YouTube Deddy Corbuzier )
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Study tour memang sering jadi momen yang ditunggu-tunggu murid, tapi diam-diam bikin dompet orang tua megap-megap. Bukan lagi soal belajar, kegiatan ini malah berubah jadi piknik mewah yang kerap menyisakan utang di belakang. Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, praktik study tour di sekolah sudah kelewat jauh dari esensi pendidikan, dan justru jadi beban ekonomi yang tidak perlu.

Dalam perbincangannya bersama Deddy Corbuzier, Dedi blak-blakan soal praktik study tour yang dinilai sudah melenceng.

“Study Tour itu bukan kurikulum sekolah. Itu pilihan, dan bukan kewajiban,” tegasnya. Tapi nyatanya, banyak orang tua yang merasa terpaksa ikut karena takut anaknya dikucilkan atau dianggap nggak mampu.

Dedi menceritakan salah satu kasus yang cukup memilukan. Seorang ibu di kampungnya harus meminjam uang dari rentenir desa—yang disebut “Bank Emok”—demi membiayai studi tur anaknya. Biaya yang harus dikeluarkan? Total Rp4 juta. Rinciannya, Rp2,5 juta untuk akomodasi dan transportasi, plus Rp1,5 juta untuk uang saku.

Baca Juga:

KDM Gelar Lomba Kota Terbaik di Jawa Barat, Perebutkan Stimulus Rp15 Miliar

Larangan Study Tour KDM Berlebihan, Ini Tanggapan DPR

“Mereka itu kerja harian, penghasilan pas-pasan, tapi harus ngutang hanya untuk piknik,” katanya.

Yang lebih ironisnya lagi, menurut kang dedi study tour itu nyaris nggak ada unsur “studi”-nya.

“Ke tempat wisata, naik bus, foto-foto, makan bareng. Apa yang dipelajari?” ujarnya.

Ia menyebut studi tur hanya jadi ladang cuan bagi pihak travel dan operator bus, bukan sarana pembelajaran bagi siswa.

Bahkan, ketika larangan studi tur diberlakukan di beberapa sekolah, yang protes justru datang dari pelaku industri wisata, bukan dari dunia pendidikan.

“Kalau yang protes malah pengusaha travel, berarti ada yang salah dengan logika kegiatan ini,” sindirnya.

Tak hanya merugikan secara ekonomi, Kang Dedi juga menyoroti dampak sosial dari studi tur terhadap posisi guru di mata masyarakat. Menurutnya, para orang tua kerap melontarkan komentar yang merendahkan guru karena masalah studi tur.

“Itu bahaya. Guru harus tetap dihormati,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam konteks kebudayaan dan pendidikan, posisi guru menempati strata sosial yang tinggi. Kewibawaan mereka, kata Kang Dedi, tidak boleh dikikis hanya karena urusan jalan-jalan.

Dedi lantas mengusulkan alternatif kegiatan belajar yang jauh lebih masuk akal dan murah. Misalnya, siswa diajak mengelola sampah di lingkungan sekolah, belajar soal jajanan tidak sehat di depan gerbang, atau bahkan melakukan studi langsung ke laboratorium kesehatan dan rumah sakit.

“Itu baru studi yang beneran. Bukan cuma ganti seragam buat selfie,” katanya.

Lebih dari sekadar kritik, Kang Dedi menegaskan bahwa perlu tindakan radikal untuk menghentikan kebiasaan yang tidak relevan dan justru menjerumuskan masyarakat dalam siklus kemiskinan permanen. Ia mengaku tidak melarang piknik, tetapi melarang bentuk studi tur yang menyamar jadi kegiatan pendidikan padahal cuma jalan-jalan mewah dengan dalih akademik.

“Bukan saya anti senang-senang. Tapi pendidikan harus membentuk karakter dan melatih empati, bukan membebani,” tutupnya.

Penulis:

Daniel Oktorio Saragih
Ilmu Komunikasi
Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City