JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Baru-baru ini muncul persoalan mengenai campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada batalnya pembelian base fuel dari Pertamina oleh sejumlah SPBU swasta, seperti Vivo dan BP Akari.
Kedua perusahaan swasta itu urung membeli BBM dari perusahaan minyak negeri tersebut, lantaran kandungan etanol sebesar 3,5 persen dalam BBM impor Pertamina menjadi alasan utama dua operator SPBU, yakni Vivo dan BP, urung melakukan pembelian.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar menuturkan, bahwa adanya senyawa etanol dalam base fuel menjadi sorotan pihak SPBU swasta tersebut.
“Isu yang disampaikan rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai konten, kontennya itu ada kandungan etanol dimana secara regulasi itu diperkenankan etanol dalam jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen, nah sedangkan ada etanol 3,5 persen nah ini yang membuat kondisi temen-temen SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena konten etanol tersebut,” jelas Achmad.
Mobil yang Sanggup Memuat BBM Etanol Berkadar Tinggi
Di sisi lain, penggunaan BBM dengan campuran etanol sebenarnya sudah menjadi praktik umum di banyak negara. Bahkan, sejumlah produsen otomotif mulai mengembangkan teknologi mesin yang mampu mengonsumsi bahan bakar jenis ini.
Salah satu produsen yang aktif mengembangkan kendaraan berbahan bakar etanol adalah Suzuki. Dalam ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025 yang akan digelar akhir bulan ini, Suzuki dijadwalkan memamerkan mobil dan motor yang mampu beroperasi dengan bahan bakar etanol, berkat teknologi Flexible Fuel Vehicle (FFV) atau kendaraan berbahan bakar fleksibel.
BACA JUGA:
Batal Beli BBM Pertamina karena Etanol, Vivo dan BP Berlebihan?
Bikin Vivo-BP Urung Beli BBM Pertamina, Memang Apa Dampak Etanol untuk Kendaraan?
SUV kompak Suzuki Fronx akan hadir dengan teknologi FFV, memungkinkan mobil tersebut menggunakan etanol sebagai bahan bakar alternatif.
“Kami mengusulkan teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan bakar etanol sebagai salah satu inisiatif multi-pathway Suzuki untuk mencapai netralitas karbon,” tulis pihak Suzuki.
Suzuki menegaskan bahwa pendekatan multi-pathway ini bertujuan untuk memberikan berbagai pilihan dalam mencapai target netralitas karbon di berbagai wilayah.
Produk Suzuki Lainnya
Selain Fronx, Suzuki juga akan menampilkan Gixxer SF 250 FFV, sepeda motor sport bermesin 250 cc yang sudah mendukung penggunaan bahan bakar fleksibel. Motor ini bahkan mampu menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 85 persen.
“Dengan memodifikasi injektor, pompa bahan bakar, dan pengaturan kontrol mesin, kami mengembangkan kendaraan bahan bakar fleksibel (FFV) yang memungkinkan penggunaan bahan bakar campuran bioetanol 85 persen,” kata Suzuki.
Suzuki juga menyebut bahwa penggunaan bioetanol berbasis tanaman mampu membantu mengurangi emisi CO2 dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil konvensional.
(Saepul)











