Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal di Kota Bandung bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Kegiatan ini bertujuan menyampaikan informasi terbaru mengenai perkembangan pasar modal, khususnya berbagai program dan layanan yang dijalankan KSEI.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal tersebut meliputi media gathering, gathering pengurus Galeri Investasi di Jawa Barat, serta kegiatan training for trainers bagi perusahaan efek di Jawa Barat. Penyelenggaraan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya bersama regulator pasar modal, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal yang terdiri atas BEI, KPEI, dan KSEI, dalam meningkatkan jumlah investor serta aktivitas transaksi di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data KSEI per 29 Mei 2026, pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren yang positif. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar dari 38 provinsi di Indonesia, yakni mencapai 5,53 juta investor.

Dari jumlah tersebut, Kota Bandung menempati posisi keempat dengan total 403.572 investor atau sekitar 7,30 persen. Sementara posisi pertama ditempati Kabupaten Bogor dengan jumlah investor sebanyak 541.324 orang atau sekitar 9,79 persen.

Secara nasional, jumlah investor pasar modal Indonesia hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 27.750.857 investor. Angka tersebut mencakup investor saham dan surat berharga lainnya, surat utang, reksa dana, surat berharga negara, hingga instrumen yang diterbitkan Bank Indonesia. Jumlah investor tersebut meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI, A.M. Anggita Maharani, dalam acara media gathering menyampaikan bahwa investor pasar modal di Kota Bandung didominasi oleh kelompok usia muda.

“Investor pasar modal di Kota Bandung didominasi oleh investor berusia kurang dari 30 tahun dan kelompok usia 31-40 tahun dengan total mencapai 71,99 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan investor muda di pasar modal Indonesia yang cukup signifikan, dengan peningkatan sebesar 79,14 persen sejak tahun 2025,” ujar Anggita.

Ia menambahkan, dari sisi pekerjaan, investor di Kota Bandung didominasi oleh profesi karyawan, baik karyawan swasta, pegawai negeri, guru, TNI/Polri maupun pensiunan, dengan persentase mencapai 33,93 persen.

Untuk mendukung kegiatan operasional harian sekaligus mengantisipasi pertumbuhan jumlah investor, KSEI terus memperkuat infrastruktur digital melalui sistem The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST). Sistem ini digunakan untuk pendaftaran efek, pembukaan Sub Rekening Efek (SRE), distribusi aksi korporasi, hingga penyelesaian transaksi.

Hingga Mei 2026, C-BEST mencatat total aset sebesar Rp7.989,55 triliun atau menurun 24,79 persen dibandingkan tahun 2025. Namun demikian, jumlah efek yang tercatat mencapai 3.712 efek atau meningkat 41,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain C-BEST, KSEI juga mengoperasikan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) yang digunakan untuk administrasi reksa dana dan administrasi Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) melalui Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST), yang merupakan pengembangan dari S-INVEST.

Data hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa S-INVEST mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar Rp988 triliun atau meningkat 9 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara jumlah produk reksa dana yang terdaftar mencapai 1.962 produk atau meningkat 2 persen dari tahun sebelumnya.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah investor muda, KSEI juga menargetkan pelajar dan mahasiswa sebagai sasaran utama program edukasi pasar modal. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan gathering bersama Galeri Investasi BEI di Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis, menyampaikan berbagai informasi terkini mengenai layanan dan pengembangan yang telah dilakukan KSEI. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus pembaruan informasi mengenai berbagai layanan terbaru KSEI agar dapat diteruskan secara tepat kepada mahasiswa di Galeri Investasi, terutama mereka yang telah menjadi investor pasar modal.

Berbagai layanan yang diperkenalkan meliputi Single Investor Identification (SID) sebagai nomor identitas investor, Sub Rekening Efek (SRE), Investor Fund Account Unit (IFUA) untuk administrasi rekening investasi, fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes.KSEI) yang memungkinkan investor memantau portofolio investasi secara daring, hingga Electronic General Meeting System (eASY.KSEI) yang digunakan untuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara online.

Selain kepada media dan pengurus Galeri Investasi, KSEI juga menggandeng perusahaan efek di Kota Bandung sebagai target sosialisasi berikutnya. Melalui kegiatan training for trainers, KSEI berupaya meningkatkan pemahaman staf perusahaan efek mengenai layanan serta berbagai pengembangan terbaru di pasar modal, khususnya yang berkaitan dengan KSEI.

Dalam kesempatan tersebut, Anggita Maharani juga memaparkan sejumlah program strategis dan pengembangan layanan KSEI yang selaras dengan inovasi digital serta perkembangan teknologi. Salah satunya adalah platform layanan administrasi prinsip mengenali nasabah atau Know Your Customer (KYC) melalui Centralized Investor Data Management System (CORES.KSEI).

Melalui CORES.KSEI, pemakai jasa dan investor pasar modal dapat memanfaatkan platform terpusat untuk digitalisasi data dan dokumen KYC. Dengan demikian, proses pembukaan rekening investasi berikutnya dapat dilakukan melalui mekanisme berbagi data KYC tanpa perlu mengunggah dokumen yang sama secara berulang.

Selain itu, KSEI juga telah mengembangkan aplikasi khusus pengelolaan dana transaksi reksa dana yang diberi nama KSEI Cash Management System (K-CASH). Aplikasi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi investor dalam melakukan transaksi reksa dana.

K-CASH menyediakan mekanisme pengganti virtual account dengan memanfaatkan Investor Fund Account Unit (IFUA) sebagai tempat penyimpanan dana investor selama proses transaksi reksa dana berlangsung. Penggunaan IFUA juga memberikan transparansi yang lebih baik karena posisi dana dapat dipantau langsung oleh investor.

Melalui program sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, KSEI berharap seluruh peserta dapat semakin memahami perkembangan terbaru di pasar modal Indonesia. Informasi tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat luas melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia, termasuk media massa.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara