JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berusia 16 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah melompat ke Sungai Cisadane, Kota Bogor, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan pada Minggu, 1 Februari 2026, di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Peristiwa ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan selama tiga hari oleh tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta potensi SAR lainnya.
Jasad Ditemukan di Wilayah Ciseeng
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengungkapkan bahwa jasad korban yang berinisial MY tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB.
“Jasad korban ditemukan di pinggir Sungai Cisadane, di daerah Ciseeng, Kabupaten Bogor,” kata Dimas.
Menurut perkiraan petugas, lokasi penemuan jasad berada sekitar 30 meter dari titik awal korban melompat ke sungai, yakni dari Jembatan Loji di Kecamatan Bogor Barat. Arus sungai yang cukup deras diduga menyebabkan korban terseret hingga ke wilayah tersebut.
Kondisi Jenazah Saat Ditemukan
Dimas menjelaskan, kondisi jenazah MY saat ditemukan sudah mengalami perubahan fisik akibat berada di dalam air selama beberapa hari. Tubuh korban terlihat membiru dan bengkak.
“Kondisi tubuhnya terlihat membiru dan bengkak karena sudah tiga hari berada di dalam air serta terbentur bebatuan,” tambahnya.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak keluarga memastikan identitas korban dengan mencocokkan ciri-ciri fisik.
Kronologi Kejadian di Jembatan Loji
Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, MY diketahui menumpang sepeda motor milik rekannya untuk pulang ke rumah setelah hujan reda.
Setibanya di Simpang Loji, korban sempat meminta temannya untuk melewati Jalan Semeru. Namun, ketika sampai di Jembatan Loji, MY tiba-tiba meminta berhenti dan turun dari sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, korban langsung melompat ke Sungai Cisadane. Aksi spontan tersebut membuat rekannya terkejut dan segera meminta bantuan warga sekitar.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Jawab Kritik soal Banjir Bekasi, Akui Kesalahan Tata Ruang
Pemotor Tewas Ditabrak Mobil Patroli Polisi di Palembang, Ini Kronologinya
Operasi Pencarian Libatkan Banyak Unsur
Setelah laporan diterima, operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Kota Bogor, BPBD Kabupaten Bogor, BPBD Kota Tangerang Selatan, relawan, serta potensi SAR lainnya.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Cisadane dari titik awal hingga ke hilir. Bahkan, area pencarian sempat diperluas hingga ke wilayah Pintu 10 Kota Tangerang Selatan.
Berbagai metode pencarian digunakan, mulai dari penyisiran darat, pemantauan aliran sungai, hingga koordinasi lintas wilayah mengingat panjangnya alur Sungai Cisadane.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh tim SAR gabungan dibubarkan.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup,” ujar Dimas.
(Dist)








