Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tak Luput dari Kasus Keracunan MBG

keracunan mbg
(Instagram/sppgcimalaka)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi IX DPR RI menyampaikan perlunya perbaikan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Usai berjalan selama delapan bulan, program itu menuai masalah serius yakni keracunan

Anggota Komisi IX DPR, Edy Wuryanto, menilai bahwa di balik capaian besar tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan serius seperti insiden keracunan makanan, lemahnya monitoring terhadap keamanan pangan, serta belum adanya payung hukum yang memadai.

Sehingga, menurutnya pengawasan terhadap program ini perlu diperketat agar tujuan awalnya, yakni memperbaiki status gizi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil, tidak terganggu.

“MBG adalah program ambisius yang patut diapresiasi, tetapi pelaksanaannya belum sepenuhnya aman dan efektif. Banyak pelajaran dari tahun pertama yang harus dibenahi,” ujar Edy dalam pernyataannya pada Minggu (19/10/2025)

Edy juga merujuk pada temuan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) pada 13 Oktober lalu yang mengungkapkan bahwa sejak program dimulai, tercatat sebanyak 11.566 anak mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari penyedia layanan MBG. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare.

Menurut Edy, data tersebut mencerminkan lemahnya sistem perlindungan keamanan pangan di lapangan, serta belum tuntasnya regulasi dalam pengelolaan program ini.

BACA JUGA:

Kontribusi Kinerja Gibran Tak Timpang dengan Prabowo, Puaskan Publik? Ini Hasil Survei RPI

PrabowoTak Peduli dengan Mantan Menteri Jadi Benci Gegara Bersih-bersih Kabinet

“Pemerintah memang menyebut rancangan Peraturan Presiden tentang MBG sedang dalam proses harmonisasi. Tapi program ini sudah berjalan hampir setahun tanpa payung hukum yang jelas. Akibatnya, pelaksanaan di lapangan cenderung semrawut,” kata politisi PDIP tersebut.

Dalam rangka memperbaiki pengelolaan program, pemerintah telah mulai menerapkan sejumlah langkah, antara lain mewajibkan setiap Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), memperbarui petunjuk teknis dan standar operasional prosedur, menjatuhkan sanksi kepada kepala SPPG yang lalai, memperketat proses verifikasi penyelenggara, serta melakukan audit pangan dan keuangan bersama BPKP.

Langkah-langkah lain yang diterapkan mencakup pelatihan bagi penjamah makanan, penyediaan alat uji cepat (rapid test kit) untuk menguji kualitas bahan makanan, serta kewajiban akreditasi terhadap setiap SPPG sebelum mereka mulai beroperasi.

“Langkah-langkah ini patut diapresiasi sebagai respons cepat, tetapi seharusnya menjadi sistem permanen, bukan tindakan reaktif. Keamanan pangan harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar prosedur administratif,” tegas Edy.

Edy juga menyampaikan bahwa dampak ekonomi dari program MBG masih perlu diuji melalui data yang valid. Ia mencermati bahwa pembentukan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) belum merata, sehingga manfaat ekonomi dari program ini belum sepenuhnya dirasakan secara adil.

“Kita perlu evaluasi lebih lanjut agar tidak terjadi ketimpangan,” ujarnya.

Untuk memastikan program ini berjalan sesuai sasaran, Edy mendorong Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) agar rutin melakukan survei gizi tahunan terhadap kelompok sasaran MBG.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pengesahan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola MBG, agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang kokoh dan akuntabel.

“Keberhasilan MBG tidak bisa diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, tapi dari perubahan nyata, yakni gizi anak membaik, kasus keracunan menurun, ekonomi lokal bergerak, dan sistem pengawasan bekerja,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City