BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Petarung muda penuh percaya diri, Bo Nickal, yang pernah sesumbar bisa mengalahkan Khamzat Chimaev, justru menghadapi kenyataan pahit jelang UFC 322. Namanya resmi diturunkan dari kartu utama dan kini hanya tampil di partai pembuka melawan Rodolfo Vieira.
Perubahan susunan jadwal ini menandai penurunan pamor bagi Nickal, yang semula dijadwalkan bertarung di panggung utama. UFC memutuskan mengganti posisinya dengan duel kelas ringan antara Beneil Dariush dan Benoit Saint-Denis, yang kini mengisi slot terakhir di kartu utama.
Kabar tersebut membuat banyak penggemar heran, mengingat Nickal sempat digadang-gadang sebagai “calon penguasa baru” di UFC berkat latar belakangnya sebagai pegulat elite NCAA. Namun performanya yang belum konsisten membuat statusnya goyah.
Menanggapi keputusan UFC, Nickal tetap tampil santai dan tidak kehilangan keyakinan diri. Melalui unggahan di media sosial, ia bahkan menyindir keputusan tersebut dengan nada sarkastik.
“Tampil di kartu utama UFC 322, mungkin karena saya punya 100 persen penggila gulat Amerika yang fanatik. Atau mungkin ini hanya keputusan untuk membuat orang-orang marah,” tulis Nickal, melansir MMA Fighting, Senin (3/11/2025).
“Apa pun itu, saya tak sabar untuk beraksi di sana,” tambahnya.
Baca Juga:
Islam Makhachev Yakin Bisa Tumbangkan Jack Della Maddalena di UFC 322
Kepercayaan diri Nickal bukan hal baru. Pada awal tahun 2025 lalu, ia sempat membuat heboh dunia MMA setelah menantang langsung Khamzat Chimaev, bintang fenomenal asal Chechnya yang dikenal agresif dan taktis.
Dalam wawancaranya, Nickal menyebut Chimaev bukan ancaman besar bagi dirinya.
“Sulit menunjukkan di mana level dia (Chimaev), tapi dia memang bagus,” ucap Nickal.
“Namun, justru kehebatan dia itulah yang akan membuatnya hancur, terutama kalau melawan saya. Anda takkan bisa membanting saya, padahal itu senjata andalannya. Semakin lama duel berjalan, situasi akan makin buruk untuk dia,” kata Bo.
Pernyataan itu sempat membuat Nickal jadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar UFC. Namun kini, dengan statusnya yang turun menjadi pembuka di UFC 322, sesumbar tersebut terasa seperti bumerang bagi dirinya.
Duel melawan Rodolfo Vieira pun menjadi momen pembuktian krusial. Jika menang, Nickal bisa kembali membangun reputasinya dan menjaga harapan duel melawan nama besar seperti Chimaev. Tetapi jika kalah, perjalanan kariernya di UFC bisa terhenti lebih cepat dari yang ia bayangkan.
(Budis)











