Posyandu di Kota Bandung Bakal Layani Kesehatan, Pendidikan Hingga Pekerjaan Umum Mulai Januari 2026

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mempersiapkan transformasi Posyandu menjadi Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dengan layanan yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kota Bandung di Hotel Grandia, Senin (8/12/2025).

Farhan menyampaikan perubahan regulasi mengubah peran Posyandu secara fundamental. Posyandu tidak lagi hanya melayani bidang kesehatan, tetapi kini menjadi pusat layanan masyarakat di enam bidang yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban dan ketenteraman umum, serta pelayanan sosial.

“Posyandu bukan lagi sebatas timbang bayi. Ada perubahan mendasar yang harus disiapkan. Posyandu akan menjadi lembaga layanan masyarakat 6 SPM, dan seluruh kewilayahan harus siap menjalankan transformasi ini mulai Januari 2026,” kata Farhan.

Baca Juga:

Farhan Optimis Pengembangan Twin Airport Husein dan Kertajati Bakal Datangkan Wisatawan

Farhan Ajak Warga Kota Bandung Wujudkan Kota Inklusif

Pada bidang pendidikan, Pemkot Bandung menjadikan PAUD berbasis masyarakat sebagai prioritas layanan. Farhan menilai PAUD penting sebagai fondasi karakter, terutama di tengah meningkatnya kerentanan emosi pelajar.

Pemkot Bandung juga menyoroti tingginya angka TBC dan masih adanya kasus stunting. Ia meminta seluruh layanan Posyandu memastikan akses kesehatan dasar bagi semua warga, tanpa diskriminasi sosial maupun ekonomi.

“Semua warga, apa pun latar belakang ekonominya, harus menerima layanan kesehatan dasar yang sama,” ujarnya.

Dalam bidang pekerjaan umum, Farhan berfokus pada Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).

Ia mengungkap, masih banyak RW yang melakukan pembuangan limbah langsung ke sungai, serta rendahnya cakupan layanan air minum PDAM.

Menurutnya, kepadatan hunian di Bandung masih tinggi, dengan banyak rumah dihuni lebih dari empat orang. Minimnya sertifikat kepemilikan menjadi hambatan penyaluran bantuan rumah layak huni.

Pada bidang ketertiban umum, Farhan menunjukkan, wilayah dengan banyak kos-kosan memiliki tingkat kejahatan jalanan lebih tinggi. Jejaring deteksi dini gangguan kamtibmas sangat penting.

Posyandu juga akan memperkuat layanan kepada kelompok rentan seperti lansia, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Farhan turut mendorong kepesertaan aktif BPJS untuk mendukung UHC bagi warga pra-sejahtera.

Farhan pun mengingatkan, lurah dan camat memiliki kewajiban langsung dalam pembentukan kepengurusan Posyandu 6 SPM, penganggaran, pembinaan, serta pelaporan berkala.

Menurutnya, perencanaan anggaran yang matang harus menjadi prioritas agar tidak menghambat layanan Posyandu di tingkat kelurahan.

“Transformasi membutuhkan konsistensi. Kita harus bekerja keras bersama kader Posyandu untuk mewujudkan layanan 6 SPM secara nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan menyampaikan, komitmen seluruh unsur pembina Posyandu dalam mendorong transformasi layanan.

Ia menjelaskan, Rakor ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam melaksanakan amanah transformasi Posyandu sebagai LKK dengan layanan enam bidang SPM.

“Rapat Koordinasi ini bertujuan meningkatkan konsolidasi kebijakan dan pembinaan Posyandu. Transformasi ini merupakan strategi penting menuju Posyandu LKK dengan pelayanan enam bidang SPM,” jelasnya.

Aryatri juga melaporkan hasil Rakornas Posyandu 2025 yang menekankan tiga agenda besar yaitu percepatan transformasi Posyandu, penguatan komitmen daerah dalam penganggaran, dan peluncuran seragam resmi Posyandu Istimewa.

Ia menuturkan, Posyandu kini memiliki tiga transformasi utama: transformasi kelembagaan, pelayanan, dan pembinaan.

Dalam transformasi pelayanan, enam bidang SPM dimasukkan ke Posyandu karena terbukti skema pelayanan Posyandu yang puluhan tahun efektif di bidang kesehatan dapat memperluas jangkauan layanan bidang lain secara lebih optimal.

“Selama ini program kesehatan sangat optimal karena berjalan lewat Posyandu. Dengan model yang sama, bidang lain diharapkan bisa lebih cepat menjangkau masyarakat,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh perangkat siap menyongsong implementasi layanan 6 SPM di Kota Bandung pada 2026.

“Ini akan menjadi sejarah bagi kita semua. Pertama kalinya Posyandu memberikan pelayanan enam bidang SPM di Kota Bandung. Semoga dalam 10 hingga 30 tahun ke depan hasilnya sama optimalnya seperti Posyandu bidang kesehatan yang selama ini berjalan,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City