Sejarah Lais, Seni Pertunjukan Ekstrem di Tanah Sunda yang Selalu Memukau Penonton

Seni Pertunjukan Lais (Dok Kemenpar)
Seni Pertunjukan Lais (Dok Kemenpar)
-

Tidak ada video disisipkan.

TASIKMALAYA, TEROPONGMEDIA.ID — Seniman dari Padepokan Putra Galunggung memukau penonton dengan pertunjukan kesenian Lais dalam acara Napak Jagat Pasundan di Helipad Dozer Ponpes Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/8/2025).

Atraksi akrobatik tradisional Sunda ini menggunakan seutas tali tambang (dadung) sepanjang sembilan meter yang dibentangkan di antara dua bambu setinggi 12 meter.

Lais: Warisan Budaya Priangan yang Sarat Ritual

Kesenian Lais merupakan salah satu khazanah budaya khas Tatar Priangan yang menggabungkan seni akrobatik ekstrem dengan iringan musik tradisional Sunda.

Atraksi ini kerap dipadukan dengan sisingaan, di mana pemangku adat atau pejabat setempat menunggangi patung singa simbolik.

Biasanya, Lais ditampilkan dalam acara-acara desa atau peringatan hari besar. Sebelum pertunjukan, para pemain menjalani ritual yang dipimpin tetua adat untuk memohon keselamatan dan kelancaran saat beraksi.

Sejarah Lais

Seni Lais telah eksis sejak zaman kolonial Belanda dan berasal dari Garut. Kesenian ini tergolong ekstrem karena dilakukan tanpa pengaman di atas tali tambang yang dipasang di antara dua bambu setinggi 10-13 meter.

Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut, pertunjukan Lais diiringi tabuhan dogdog, terompet, kendang, dan kempul, serta dialog humor dari seorang bodor (pelawak).

Dalam jurnal Regenerasi Pemerolehan Seni Lais (Universitas Padjadjaran), disebutkan bahwa nama “Lais” berasal dari seorang pemanjat kelapa bernama Laisan asal Kampung Nangka Pait, Garut.

Kemahirannya memanjat pohon kelapa kemudian berkembang menjadi seni pertunjukan setelah dimodifikasi oleh tokoh-tokoh kesenian setempat.

Meski berisiko tinggi, seni Lais terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Sunda. Para pemainnya, biasanya anak lelaki, dengan lincah beratraksi di atas tali tanpa rasa takut, menunjukkan keberanian dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun.

Pertunjukan Lais tidak hanya menjadi tontonan spektakuler, tetapi juga bukti ketahanan seni tradisional di tengah arus modernisasi.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian