Mengenal Usik Sanyiru: Aksi Silat Tradisional di Atas Nyiru yang Tetap Lestari

Silat Usik Sanyiru (Dok Danil Oktorio-TM)
Silat Usik Sanyiru (Foto: Danil Oktorio/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah arus globalisasi dan modernisasi budaya, warisan budaya tradisional Sunda terus menunjukkan eksistensinya. Salah satunya yaitu sebuah pertunjukan unik yang masih bertahan hingga kini yang dikenal sebagai Usik Sanyiru, sebuah kolaborasi antara pencak silat, musik tradisional, dan atraksi keseimbangan di atas nyiru atau tampah anyaman bambu khas masyarakat agraris Sunda.

Usik Sanyiru berkembang di wilayah Priangan Timur sejak awal abad ke-20 khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Pada awalnya, para pesilat tradisional menggunakan nyiru sebagai media latihan untuk meningkatkan fokus, keseimbangan, dan keluwesan gerakan tubuh. Permukaan bundar dan tidak stabil dari nyiru memberikan tantangan yang tinggi, sekaligus menjadi sarana pengendalian diri.

Seiring berjalannya waktu, latihan tersebut berubah menjadi seni pertunjukan yang kaya akan nilai estetika. Iringan alat musik tradisional seperti kendang, suling, dan goong melengkapi penampilan para pesilat yang melakukan jurus-jurus silat di atas nyiru. Menariknya, nyiru tersebut tidak hanya digunakan oleh perorangan tetapi juga dapat digunakan oleh dua pesilat yang saling beradu jurus di atas nyiru.

Tak bisa dipisahkan dari seni bela diri tradisional, Usik Sanyiru sangat dipengaruhi oleh aliran Silat Panglipur, yang berkembang di Tasikmalaya sejak abad ke-19. Kata panglipur dalam bahasa Sunda berarti penghibur atau pelipur lara. Filosofi ini menggambarkan bahwa bela diri tidak hanya soal pertarungan fisik, tetapi juga tentang keharmonisan batin dan keindahan ekspresi tubuh.

Silat Panglipur dikenal dengan gerakan yang lentur, ritmis, dan anggun. Keindahan ini menjadi ciri khas dalam Usik Sanyiru, di mana seni bela diri disajikan dalam format pertunjukan yang menuntut konsentrasi tinggi dan keterampilan luar biasa. Kombinasi gerakan silat dan seni pertunjukan di atas nyiru menjadikan Usik Sanyiru berbeda dari seni bela diri lainnya—lebih artistik, filosofis, dan sarat makna budaya.

Hingga kini, semangat pelestarian Usik Sanyiru masih terus dijaga oleh komunitas budaya di berbagai daerah. Salah satu yang konsisten melestarikan kesenian ini adalah Padepokan Pasir Ipis di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Padepokan ini menjadi tempat pembinaan generasi muda yang ingin mendalami Silat Panglipur sekaligus teknik atraksi di atas nyiru.

Di Padepokan Pasir Ipis, para murid tidak hanya berlatih teknik fisik, tetapi juga diajarkan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan rasa hormat terhadap budaya leluhur. Selain sebagai tempat pelatihan, padepokan ini juga aktif menggelar pertunjukan budaya, pelatihan umum, dan edukasi kebudayaan bagi masyarakat luas.

Kegiatan di padepokan ini juga terbuka untuk wisatawan yang ingin merasakan langsung kearifan lokal Sunda. Beberapa program latihan dan pertunjukan bahkan dikemas dalam bentuk experience culture bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. Hal ini menjadi salah satu strategi pelestarian yang adaptif di era digital dan pariwisata budaya yang terus berkembang.

Tak hanya sekadar seni pertunjukan, Usik Sanyiru juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti ketekunan, keberanian, dan pengendalian diri. Pesilat yang tampil harus memiliki disiplin tinggi, karena kesalahan kecil saat mempertahankan keseimbangan dapat berakibat fatal. Maka dari itu, pertunjukan ini bukan hanya tentang ketangkasan fisik, tetapi juga soal kepekaan batin dan mental yang terlatih.

BACA JUGA

Nata Daya, Program Penguatan Seni Budaya di Kabupaten Kuningan

Misteri Pendekar Silat Cimande: Jejak Abah Khaer yang Tak Terungkap

Para pelaku budaya berharap, perhatian terhadap kesenian seperti Usik Sanyiru tidak hanya datang dari komunitas dan padepokan, tetapi juga dari pemerintah dan institusi pendidikan. Dukungan berupa pembinaan, promosi budaya, serta ruang tampil di acara nasional dan internasional sangat dibutuhkan agar kesenian ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Kehadiran padepokan seperti Pasir Ipis menjadi penanda bahwa tradisi Sunda belum punah. Sebaliknya, Usik Sanyiru justru menemukan ruang baru untuk berkembang dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bentuk kebanggaan dan identitas budaya lokal yang perlu dirawat bersama. Di tengah derasnya arus modernisasi, seni tradisi ini tetap berdiri tegak, menjadi saksi kekayaan budaya yang tak lekang oleh zaman.

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

3

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...