RSUP Ngoerah Denpasar Kembalikan Dokter Koas yang Terlibat Perundungan Timothy

perundungan timothy
(doc. Humas RSUP Prof Ngoerah Denpasar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar mengambil tindakan tegas terhadap peserta didik koas yang diduak terlibat komentar tidak pantas di media sosial.

Oknum koas tersebut dikembalikan ke Universitas Udayana untuk proses investigasi lebih lanjut.

Plt Direktur Utama RS Ngoerah dr I Wayan Sudana menegaskan langkah ini diambil untuk menjaga nama baik institusi. Komentar nir-empati yang dibuat mahasiswa koas dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai profesi kesehatan.

“Terkait adanya peserta didik (co ass) yang diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial, sehingga menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” kata Sudana di Denpasar, Minggu (19/10/2025).

Pihak rumah sakit akan memberikan sanksi tegas jika koas terbukti melakukan pelanggaran etika. Sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika nantinya terbukti yang bersangkutan melakukan tindakan pelanggaran etika dan atau perundungan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Status terlibat bukan sebagai karyawan RS Ngoerah melainkan peserta didik. Posisi mereka sedang dalam masa pendidikan di rumah sakit tersebut.

“Kami tegaskan mereka adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngoerah, bukan sebagai karyawan RS Ngoerah sehingga tidak bisa disebut mewakili RS Ngoerah,” katanya.

RS Ngoerah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan beretika. Institusi kesehatan ini juga mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak.

Baca Juga:

Kasus Meninggalnya Timothy: Himapol Unud Pecat 4 Pengurus Pelaku Percakapan Ejekan

Soal Mahasiswa Fisip Unud Tewas, Kemendiktisaintek dan DPR Desak Investigasi Transparan

Sebelumnya beredar tangkapan layar percakapan media sosial yang diduga melibatkan mahasiswa koas. Komentar tidak pantas tersebut memicu kemarahan publik.

Universitas Udayana telah melakukan rapat dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah. Hasil rapat menegaskan komentar tersebut dibuat setelah korban meninggal dunia.

Kampus telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan untuk menangani kasus ini. Langkah ini bertujuan mengungkap fakta sebenarnya.

Mahasiswa berinisial TAS, 22, meninggal setelah jatuh dari lantai dua gedung FISIP Unud. Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi, 15 Oktober kemarin.

Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah namun nyawa tidak tertolong. Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City