Regulasi Baru Liga Indonesia: Penonton dan Media Tak Boleh Rekam Laga di Stadion

Liga Indonesia
Illustrasi (dok. Teropong Media)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Operator Liga Indonesia bersama pemegang hak siar EMTEK dan I League menetapkan regulasi baru terkait aktivitas perekaman pertandingan di stadion. Aturan ini berlaku bagi penonton umum, influencer, hingga awak media.

Meski sudah membeli tiket resmi dan berada di tribun, penonton dilarang merekam jalannya pertandingan menggunakan ponsel. Aktivitas tersebut dinilai bisa mengganggu kenyamanan suporter lain sekaligus dianggap sebagai bentuk pembajakan siaran.

Konten pertandingan yang kemudian diunggah ke media sosial akan dipantau langsung oleh tim anti-piracy EMTEK. Jika ditemukan pelanggaran, unggahan akan segera diturunkan.

BACA JUGA:

Federico Barba Tak Terbebani Dengan Status Juara Bertahan Persib

Ribuan Aparat Disiagakan Jelang Persib vs Persebaya

Aturan yang sama juga berlaku bagi wartawan di tribun media. Mereka hanya diperbolehkan untuk menulis berita saja tanpa merekam jalannya laga. Perekaman dari area media dianggap dapat mengganggu kerja jurnalis lain dan tetap masuk kategori pelanggaran hak siar.

Selain itu, media klub juga diminta menyosialisasikan aturan ini kepada seluruh awak media. Tujuannya agar tidak ada lagi aktivitas perekaman video dari tribun media selama pertandingan berlangsung.

Regulasi baru ini menuai sorotan publik, terutama karena penonton tidak lagi bisa membagikan momen pertandingan di media sosial. Termasuk kesempatan melihat langsung debut pemain anyar seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders yang sebelumnya dinantikan.

Komentar Netizen

Unggahan foto yang dibagikan akun Instagram @folksy_football ini langsung mencuri perhatian publik. Pasalnya, regulasi baru Liga Indonesia yang melarang penonton merekam pertandingan dianggap sebagai aturan yang tidak biasa.

“Gue nonton EPL aja gak gini-gini amat. Berasa keren banget nih liga?” tulis akun @son****o.

“Nonton di tv aja klo gitu wkwk biar tiketnya g kebeli,” canda @eri****ail.

“Takut lebih bagus kamera hp penonton dibanding Emtek group,” sindir akun @putra****ia.

“Emang liga Indonesia sebagus apa? Dilarang merekam wkwkw sudah amburadul banyak lagi peraturannya,” ujar @irh****t_.

“halah kaya mainnya bagus aja sok sok an gaboleh ngerekam.. liga terbaik di dunia aja bolehin tuh, malah ada kata-kata ‘football for all’,” tulis @geor****o.

“Padahal penonton bisa jadi pembantu wasit kalo ada kejadian pelanggaran yang ga terlihat lohhh,” tambah akun @wi****w.

Reaksi yang beragam ini menunjukkan bahwa regulasi baru tersebut bukan hanya menyita perhatian publik, tetapi juga memunculkan kritik tajam dari suporter yang merasa aturan ini terlalu membatasi kebebasan penonton di stadion.

(Haqi/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City