BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Marco Bezzecchi tak mampu menahan rasa bersalahnya setelah insiden di MotoGP Indonesia 2025 yang membuat Marc Marquez cedera. Pebalap Aprilia itu mengakui kesalahannya secara terbuka dan meminta maaf hingga tiga kali, termasuk lewat unggahan emosional di media sosial.
Kecelakaan itu terjadi di tikungan ketujuh Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025). Dalam upaya memperbaiki start buruk, Bezzecchi datang terlalu cepat di tengah kepadatan pebalap dan gagal menghindari Ducati yang dikendarai Marc Marquez. Benturan keras pun tak terelakkan. Keduanya terpelanting ke gravel, sementara Marquez tampak kesakitan memegangi bahu kanannya.
Marquez yang baru sepekan sebelumnya memastikan gelar juara dunia, didiagnosis mengalami retak tulang selangka dan cedera ligamen bahu. Ia dipastikan absen pada dua seri berikutnya di Australia dan Malaysia.
Sesaat setelah insiden, Bezzecchi langsung berlari mendekati Marquez di tepi lintasan. Momen keduanya berjabat tangan terekam kamera dan menjadi potret sportivitas di tengah situasi penuh emosi. Namun rasa bersalah Bezzecchi tak berhenti di situ.
“Marco benar-benar menyesal. Ia sudah meminta maaf langsung kepada Marc dan juga kepada Davide Tardozzi (manajer Ducati). Ini bagian dari balapan, tapi tetap saja sulit diterima ketika seseorang cedera karena kesalahan orang lain,” ungkap CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melansir Motosan, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga:
Joan Mir Putus Puasa Podium, Honda Tersenyum di Rumah Sendiri
Bezzecchi kemudian menulis permintaan maaf ketiganya melalui Instagram.
“Hari ini saya membuat kesalahan besar dan sayangnya melibatkan Marc. Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepadanya serta timnya. Saya harus belajar dari ini dan kembali lebih kuat,” tulisnya.
Pebalap berusia 27 tahun itu juga beruntung tak mengalami cedera berarti, meski ini merupakan insiden keduanya dalam dua pekan terakhir setelah bersenggolan dengan Jorge Martin di GP Jepang.
Sementara itu, sejumlah analis teknis menyoroti faktor eksternal yang memperburuk dampak kecelakaan. Gundukan gravel yang lebih tinggi dari permukaan aspal disebut memperparah benturan saat Marquez terjatuh.
Kritik terhadap desain area keselamatan Mandalika pun kembali mencuat, termasuk dari legenda MotoGP Dani Pedrosa yang menilai zona run-off di beberapa tikungan perlu dievaluasi ulang.
Meski tekanan publik meningkat, Bezzecchi menegaskan bahwa insiden itu murni kecelakaan balap.
“Tidak ada pebalap yang ingin mencelakai orang lain,” ujarnya. “Saya hanya berharap Marc cepat pulih dan bisa segera kembali ke lintasan,” tulisnya lagi.
(Budis)











