Ramadhan Harus Jadi Ruang Persatuan, DPR Dukung Tak Ada “sweeping” Rumah Makan saat Ramadhan

Ilustrasi (AI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin, menegaskan bahwa esensi utama puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari sikap yang dapat memicu konflik maupun tekanan sosial.

Menurutnya, aksi “sweeping” atau razia makan yang dilakukan oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian dan ketenangan yang menjadi ruh bulan suci Ramadhan.

Legislator asal Jawa Timur itu mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk. Karena itu, ia menekankan pentingnya menghormati hak warga negara yang tidak berpuasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun alasan kesehatan.

“Kita harus saling menghargai. Saudara kita yang non-Muslim atau yang berhalangan puasa memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari. Mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi,” ujar An’im.

Baca Juga:

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap imbauan Kementerian Agama (Kemenag) agar masyarakat tidak melakukan aksi “sweeping” rumah makan selama bulan Ramadhan.

“Imbauan Kemenag harus didukung. Ramadhan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan,” kata An’im di Jakarta, Rabu.

An’im menilai, menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Namun, hal tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif, dialog, dan persuasif, bukan melalui pemaksaan.

Ia berharap Ramadhan menjadi ruang pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, bukan justru memicu ketegangan antarwarga.

“Mari jaga bulan suci ini dengan kedewasaan dan ketenangan. Ramadhan harus memperkuat persatuan,” ujarnya.

Sebelumnya, imbauan serupa disampaikan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik sweeping selama Ramadhan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman masyarakat.

“Enggak ada, enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping-lah. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa. Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa, tapi hormati dong orang yang puasa,” ujar Syafii.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City