Raja Antoni Dikritik soal Tim OMO Folu Net Sink 2030, Banyak Kader PSI!

OMO Folu Net Sink 2030
(Instagram/rajaantoni)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyoroti keanggotaan Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang dihuni Kader PSI.

Hal itu diketahui, setelah beredarnya  Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 32 Tahun 2025 mengenai organisasi OMO FOLU Net Sink 2030.

Ketua PDIP Sumatera Barat (Sumbar) ITU mempertanyakan proses seleksi dan keterbukaan dalam penunjukan anggota oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan (Menhut) Raja Juli Antoni.

“Kami tidak bermaksud meragukan kompetensi yang terpilih, tetapi publik berhak tahu siapa yang melakukan seleksi dan bagaimana prosesnya,” kata Alex dalam keterangannya.

Dari informasi yang dihimpun, Raja Juli Antoni sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI, menetapkan 11 kader PSI dalam tim yang dinaungi hibah Norway Contribution melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Keputusan itu sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 Tahun 2022.

BACA JUGA:

Harta kekayaan Raja Juli Antoni Menteri yang Bantah Terlibat Penerbitan Sertifikat Pagar Laut

Wamenaker Immanuel Ebenezer Klarifikasi Pernyataannya Soal #KaburAjaDulu

Pada struktur FOLU Net Sink 2030 terdapat lima bidang utama, yakni Pengelolaan Hutan Lestari, Peningkatan Cadangan Karbon, Konservasi, Pengelolaan Ekosistem Gambut, serta Instrumen dan Informasi.

Dalam lampiran keputusan itu, Raja Antoni juga sebagai pengarah dan penanggung jawab, didampingi oleh seorang wakil penanggung jawab.

Adapun seluruhnya, terdapat 43 orang dalam tim Operation Management Office Indonesia FOLU Net Sink 2030, dengan 12 di antaranya atau sekitar 25 persen berasal dari kader PSI.

Mereka menduduki jabatan strategis, mencakup ketua bidang dan anggota bidang. Sebagai bagian dari tim ini, mereka menerima honorarium dengan nominal yang berbeda sesuai klasifikasi jabatan.

Adapun sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 32 Tahun 2025, penanggung jawab mendapatkan honor sebesar Rp 50 juta per bulan, sedangkan wakilnya menerima Rp 40 juta.

Kemudian untuk para penasihat (4 orang) mendapatkan gaji Rp 25 juta per bulan, ketua pelaksana, ketua harian I dan II, serta ketua bidang menerima Rp 30 juta per bulan.

Sedangkan, paling rendah yaitu anggota bidang menerima Rp 20 juta dan dan staf sekretariat mendapatkan honor sebesar Rp 8 juta per bulan.

Alex Indra mengatakan, seharusnya dana hibah ini lebih mayoritas teralokasi untuk pembiayaan program daripada untuk honorarium tim.

“Melihat lampiran SK yang ditandatangani Raja Juli Antoni, tampaknya harapan itu sulit terwujud,” tegasnya.

Ia menilai, komposisi personel dalam tim FOLU Net Sink 2030 tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good gobernace) dan bersih (clean government)

Padahal kata dia, dalam periode lalu, tim tersebut banyak terisi oleh pejabat struktural Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta akademisi yang fokus pada isu lingkungan.

 

(Saepul/Budis)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Inggris
Prediksi Skor Inggris vs Selandia Baru: Ujian Terakhir The Three Lions Sebelum Piala Dunia 2026
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara