Purbaya Minta BGN Jumpa Pers Setiap Bulan untuk Lapor MBG

Purbaya Minta BGN Jumpa Pers Setiap Bulan untuk Lapor MBG
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M Djiwandono (dua kanan), Anggito Abimanyu (kiri) dan Suahasil Nazara (dua kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, (parlementaria)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) rutin menggelar konferensi pers setiap bulan untuk melaporkan perkembangan program makan bergizi gratis (MBG).

Langkah ini, menurutnya, penting dilakukan agar penyaluran belanja pemerintah bisa lebih optimal.

“Program MBG banyak dikritik karena realisasi anggarannya rendah. Saat saya tanya bagaimana pengawasannya, jawabannya bagus, tetapi kenyataannya buruk. Maka saya tegaskan, setiap bulan kita akan adakan konferensi pers bersama kepala BGN,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/9/2025) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Kepala BGN Dadan Hindayana akan menjelaskan secara terbuka mengenai penyerapan anggaran MBG kepada masyarakat, sementara dirinya akan mendampingi dalam penyampaian laporan tersebut.

Baca Juga:

Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Ungkap Tugas Utamanya untuk Perbaiki Ekonomi

Menkeu Purbaya Bakal Suntik Rp200 T ke Sistem Perekonomian, Picu Inflasi?

Selain MBG, Purbaya juga menyoroti sejumlah program lain yang realisasi anggarannya masih lambat. Menurutnya, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah penyaluran belanja pemerintah yang kurang cepat

Ia menegaskan fokus kebijakan ke depan adalah menggerakkan mesin fiskal dan moneter secara lebih efektif. Dari sisi fiskal, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja, sedangkan dari sisi moneter akan menarik dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat likuiditas perbankan.

“Dengan begitu, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi,” jelasnya.

Hingga 11 Agustus 2025, realisasi anggaran program MBG tercatat Rp 8,2 triliun. Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan dana tersebut dialokasikan terutama untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia.

BGN telah membentuk 5.103 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Lembaga tersebut menargetkan hingga akhir Agustus, realisasi MBG bisa mencapai Rp10–11 triliun dengan 8.000 SPPG beroperasi, terutama dari anggaran APBN, dan menjangkau hingga 20 juta penerima manfaat. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City