Profil Dr Ali Akbar: Arkeolog UI Pembongkar Misteri Gunung Padang

Profil Arkeolog UI Ali Akbar (YouTube Ali Akbar Berkabar)
Arkeolog UI Ali Akbar (YouTube Ali Akbar Berkabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Nama arkeolog, Dr Ali Akbar kini kembali mencuat terkait proyek lanjutan, penelitian dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Simak profil Ali Akbar, sang arkeolog yang mengabdikan diri di institusi pendidikan Universitas Indonesia (UI).

Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI ini bukan sekadar pengajar, melainkan juga praktisi arkeologi yang aktif memberdayakan masyarakat.

Sejak 2019 hingga 2023, Dr. Ali Akbar, M.Hum telah memimpin tiga program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), mulai dari pendampingan Covid-19 berbasis arkeologi hingga pengembangan museum di Banten dan Bali.

Sebagai arkeolog, nama Ali Akbar sudah tak asing di kalangan akademisi maupun praktisi. Ia kerap menjadi konsultan arkeologi di berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara.

Kiprahnya dimulai dari bangku kuliah, menyelesaikan S1, S2, hingga S3 di Arkeologi UI, lalu mengabdi sebagai staf pengajar di almamaternya.

Tak hanya mengajar, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya FIB UI (2018-2022) ini aktif meneliti dan menulis.

Dedikasinya diakui secara nasional maupun internasional. Pada 2006, LIPI menganugerahinya sebagai Peneliti Muda Terbaik Bidang Sosial-Budaya. Ia juga kerap diundang sebagai pembicara di berbagai negara, mulai dari Belanda, Mesir, hingga Korea Selatan.

Di luar kampus, Ali Akbar terlibat dalam sejumlah organisasi penting, seperti International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) dan Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta. Ia juga anggota Dewan Pakar Asosiasi Museum Indonesia, yang turut menyusun RUU Permuseuman.

Penelitian dan Pemugaran Situs Gunung Padang

Bagi Ali Akbar, arkeologi bukan sekadar meneliti masa lalu, tetapi juga menghidupkannya untuk masyarakat. Kini, di sela kesibukannya memimpin penelitian di Situs Gunung Padang, ia terus mendorong pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Salah satu bukunya, “Situs Gunung Padang”, menjadi rujukan penting dalam kajian arkeologi. Saat ini, ia memimpin Program Studi Pascasarjana Arkeologi FIB UI, sekaligus Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI).

Dalam proyek penelitian yang sedang dijalani saat ini, Ali Akbar didapuk sebagai Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran Situs Gunung Padang.

Dalam proyek tersebut, Ali Akbar membawahi sembilan peneliti utama dengan bidang keahlian khusus, ahli di bidang arkeologi, geologi, geofisika, stratigrafi, geografi, geodesi, biologi, arsitek, planologi, tradisi lisan, hidrologi, hingga geoteknik.

Tim peneliti melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur batuan di situs Gunung Padang, dengan perhatian khusus pada batu-batu berdiri yang diduga berfungsi sebagai pilar penyangga utama.

Setelah menentukan titik-titik strategis, tim gabungan yang terdiri dari 100 ahli bersama masyarakat setempat akan memulai proses ekskavasi arkeologis.

BACA JUGA

Tim Ahli dan Peneliti Dalam Negeri Kaji Ulang Situs Gunung Padang

Profil Marsma TNI (Purn) Fajar Adrianto: Penerbang Tempur Legendaris TNI AU

Karya Akademik

Berikut daftar lengkap buku dan penelitian karya arkeolog Ali Akbar:

1. Buku

  1. Prasejarah di Jakarta dan Sekitarnya (2007)
  2. Museum di Indonesia: Kendala dan Harapan (2010)
  3. 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia (2011)
  4. Situs Gunung Padang: Menuju Warisan Budaya Dunia (2018)
  5. Arkeologi Al-Qur’an: Penggalian Pengetahuan Keagamaan (2020)
  6. Asal Usul Manusia Pertama di Bumi (2023)

2. Penelitian Terpublikasi

  1. Situs Gunung Padang: Misteri dan Arkeologi (2013, Jakarta: Change Publication)
  2. “Quranic Archaeology as a knowledge branch of archaeology”, Heritage of Nusantara: International Journal of Religion Literature and Heritage, Vol. 1/1 (June 2012): 1-20
  3. “Cultural Resources Management for a Majapahit Kingdom Site in Trowulan, East Java, Indonesia”, Conservation and Management of Archaeological Sites, Vol. 16/4 (November 2014): 297-307
  4. “Reconstruction of an indigenous community’s belief in dragon; Research on prehistoric Batu Naga Site in Kuningan, West Java”, Jurnal Wacana, Vol. 18/3 (2017)

Karya-karya tersebut mencerminkan spektrum keilmuannya yang luas, mulai dari kajian prasejarah hingga pendekatan arkeologi dalam studi keagamaan. Demikian profil singkat Dr Ali Akbar, arkeolog Indonesia yang tak pernah lelah mengungkap misteri jejak budaya masa lalu.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial