Polda Metro Siap Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Istana, Demo 28 Agustus

Polda Metro Siap Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Istana, Demo 28 Agustus
Ilustrasi: Sejumlah elemen mahasiswa dan buruh melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2020) (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Metro Jaya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sehubungan dengan adanya demonstrasi buruh di Jakarta pada Kamis (28/8/2025), khususnya di kawasan Istana Negara, Mahkamah Konstitusi (MK), dan DPR.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin menjelaskan, rekayasa bersifat situasional, tergantung jumlah massa dan mobilitas di lapangan.

“Untuk konsep pelayanan penyampaian pendapat di muka umum masih sama. Silakan masyarakat menyampaikan pendapat, karena itu diatur undang-undang,” ujar Komarudin seperti dikutip Teropongmedia.

Menurutnya, bila massa demonstrasi masih bisa berbagi ruas jalan dengan pengguna jalan lain, arus lalu lintas tetap berjalan normal. Namun, jika jumlah massa besar hingga memakan badan jalan, polisi akan melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Baca Juga:

Dampak Gas Air Mata Demo 25 Agustus 2025, Warga Sipil Meringgis Laptop Jadi Ancur!

Pembatas Beton Gerbang DPR Dilumuri Oli Bikin Massa Demo Naik Darah, Biar Apa?

“Kalau pun jumlah massa banyak dan mengharuskan menggunakan kapasitas ruas jalan, maka kami akan lakukan pengalihan. Jadi sifatnya situasional,” tegas Komarudin.

Hingga saat ini, belum ada rencana penutupan jalan. Polisi memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, selama massa aksi bisa tertib.

Komarudin juga mengingatkan agar massa aksi tidak masuk ke jalan tol, sebagaimana pernah terjadi sebelumnya yang mengakibatkan kemacetan panjang dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami sangat menyayangkan kalau sampai massa masuk jalan tol dan mengganggu aktivitas. Itu sudah ranah penegakan hukum,” katanya.

Saat kejadian sebelumnya, polisi terpaksa mengevakuasi kendaraan yang terjebak di tol dengan mengeluarkan arus lewat exit depan Polda, Tegal Parang, dan Slipi.

Polda Metro Jaya menekankan bahwa aksi unjuk rasa adalah hak masyarakat yang dilindungi undang-undang. Namun, Komarudin meminta massa untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak merugikan pengguna jalan lain.

“Silakan menyampaikan pendapat, itu sah-sah saja. Namun, jangan sampai mengganggu aktivitas orang lain yang juga punya kepentingan, seperti pulang kerja atau aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City