BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT Migas Utama Jabar (MUJ) diproyeksikan bertransformasi dari sekadar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) biasa menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem gas bumi di Jawa Barat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan infrastruktur energi di daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Kedaulatan Energi Indonesia Melalui Kolaborasi BUMD Energi dengan Kementerian ESDM” yang digelar di Kantor Pusat MUJ, Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi, Satya Hangga Yudha Widya Putra, beserta jajaran manajemen MUJ Grup dan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Sinergi Daerah Menuju Asta Cita
Dalam paparannya, Satya Hangga menekankan bahwa Indonesia memiliki Cadangan Energi Nasional yang sangat besar namun memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk menggali potensinya secara maksimal. Ia menyebutkan bahwa visi pemerintah pusat yang tertuang dalam 8 Program Asta Cita sangat menitikberatkan pada kemandirian energi.
“Pemerintah ingin melakukan banyak sinergi dengan daerah. Kedaulatan energi tidak bisa dicapai tanpa peran aktif wilayah yang memiliki konsumsi dan potensi besar seperti Jawa Barat,” ujar Hangga.
Ia menambahkan bahwa MUJ, sebagai BUMD energi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, harus berani mengambil peran lebih besar dalam peta jalan energi nasional. Menurutnya, Jawa Barat adalah jantung industri Indonesia, sehingga stabilitas dan ketersediaan energi di wilayah ini akan berdampak langsung pada ekonomi secara makro.
Baca Juga:
MUJ Gaet 5 Mitra Strategis Investasi Energi di WJIS 2025
Transisi Energi Berkelanjutan, MUJ Maksimalkan Potensi Flare Gas
Empat Pilar Infrastruktur Gas di Jawa Barat
Guna mewujudkan transformasi tersebut, Hangga merinci sejumlah langkah konkret yang harus diakselerasi oleh MUJ. Penguatan infrastruktur menjadi harga mati untuk merespons kebutuhan pasar yang terus meningkat. Fokus pengembangan diarahkan pada empat pilar utama:
- Optimalisasi LNG (Liquefied Natural Gas): Memperluas jangkauan gas alam cair untuk kebutuhan industri besar.
- Pengembangan CNG (Compressed Natural Gas): Menyediakan solusi energi yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi pelaku usaha menengah.
- Pembangunan SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas): Mendorong konversi energi di sektor transportasi.
- Penguatan Jaringan Pipa Gas: Memastikan distribusi energi yang efisien dan stabil hingga ke titik akhir konsumen.
“Jawa Barat harus bisa mengoptimalisasi semua lini tersebut. Kelengkapan infrastruktur adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pengelola yang berdaulat,” tegasnya.
Transformasi Menjadi Pemain Utama
Di akhir diskusi, Hangga menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan MUJ. Dengan dukungan dari Kementerian ESDM dan kolaborasi yang solid antar BUMD Energi, MUJ diyakini memiliki kapasitas untuk memimpin pasar domestik di Jawa Barat.
“Ke depannya, kami meyakini MUJ bisa bertransformasi dari BUMD biasa menjadi pemain utama ekosistem gas. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal bagaimana Jawa Barat menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam mewujudkan kemandirian energi di tanah air,” pungkas Hangga.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan semakin intensif, menempatkan MUJ di posisi strategis untuk mengawal kedaulatan energi demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.











