Peringatan Tragedi Leuwigajah dan HPSN, Cimahi Mantapkan Sistem Zero to TPA

-

Tidak ada video disisipkan.

CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus peringatan dua dekade tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah.

Peringatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR, dan unsur masyarakat lainnya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan Peringatan ini sebagai pengingat bagi masyarakat cimahi khususnya agar dapat peduli terhadap lingkungan dan penanganan sampah dengan baik. 

“Saya mengingatkan kembali khususnya bagi warga Kota Cimahi, Mudah-mudahan peristiwa ini jangan terulang  dimasa yang akan datang.Kita harus peduli terhadap lingkungan bagaimana penanganan terhadap sampah,” kata Ngatiyana. 

Menurut Ngatiyana,Pemerintah Kota Cimahi saat ini sedang berupaya untuk mengatasi sampah dengan cara mengolah dan memilah sampah mulai dari rumah. 

“Pemerintah Kota Cimahi sedang berupaya bagaimana mengatasi permasalahan sampah.Kota Cimahi peduli mengatasi permasalahan sampah mulai dari rumah dengan mengolah dan memilah.Insya allah kedepan zero to tpa,” ujar Ngatiyana. 

Baca Juga:

Solusi Ala Cimahi: Sulap Sampah Jadi Rupiah

Punya TPST Baru, Cimahi Kejar Target Zero Sampah ke TPA Sarimukti

Ngatiyana menambahkan bahwa Kota Cimahi menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, dan kita harus bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi lagi tragedi yang sudah kita alami. 

“Pengalaman pahit jangan terulang kembali dan jangan menimbulkan korban lagi di Kota Cimahi,” tegas Ngatiyana.

Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/BPLH Agus Rusly menyampaikan bahwa sesuai arahan dengan RPJMN 2025-2029, yaitu mencapai 100% sampah terkelola pada tahun 2029.

“Untuk mencapai tujuan ini, kita harus fokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk organik cair, dan biodigester, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan,” ucap Agus Rusly.

Menurut Agus Rusly, Kota Cimahi sendiri menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, dan kita harus bisa mengelola minimal 50% dari jumlah tersebut menjadi sampah organik. 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026