BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir bukan hanya membuat tubuh terasa letih dan gerah, tetapi juga diam-diam memengaruhi emosi dan suasana hati.
Banyak orang mengaku menjadi lebih mudah tersinggung, sulit fokus, dan cepat merasa lelah secara emosional.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suhu udara tinggi dapat memengaruhi cara kerja otak dan sistem hormon tubuh, sehingga berdampak langsung pada mood, stres, dan kesehatan mental.
Suhu Panas dan Otak yang Kewalahan
Berdasarkan riset dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, suhu panas ekstrem terbukti dapat menurunkan fungsi kognitif, seperti kecepatan berpikir, fokus, dan daya ingat, terutama pada orang yang tinggal di lingkungan tanpa pendingin udara.
Ketika tubuh berusaha menjaga suhu tetap stabil, sistem saraf dan otak bekerja lebih keras, sehingga energi yang biasanya digunakan untuk berpikir jernih atau mengendalikan emosi ikut terkuras. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih mudah jengkel, cepat lelah, atau sulit menahan stres.
Penelitian lain yang diterbitkan di Nature Human Behaviour juga menemukan bahwa kenaikan suhu 1°C dapat meningkatkan risiko konflik interpersonal hingga 2 persen. Ini menunjukkan bahwa cuaca panas memang berpotensi meningkatkan ketegangan sosial dan emosional.
Dehidrasi, Tidur Terganggu, dan Mood yang Menurun
Selain suhu udara, dehidrasi berperan besar dalam perubahan suasana hati. Saat tubuh kekurangan cairan, kadar hormon serotonin, yang berfungsi menjaga stabilitas emosi ikut menurun. Dampaknya, muncul rasa cemas, mudah marah, gelisah, dan lelah secara emosional.
Kondisi diperparah dengan tidur malam yang terganggu akibat suhu tinggi.
Tidur yang tidak berkualitas meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) dan membuat suasana hati mudah turun sejak pagi hari.
Kombinasi antara panas, kurang cairan, dan kurang tidur inilah yang membuat banyak orang merasa “cepat panas” bukan hanya secara fisik, tapi juga emosional.
BACA JUGA
Cuaca Panas Ekstrem Akan Mereda Akhir Oktober
BMKG Ingatkan Cuaca Panas Maksimum di Wilayah Ini, Ada Bandung!
Tips Menjaga Suasana Hati di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
Untuk menjaga kesehatan mental dan emosional di tengah suhu ekstrem, para psikolog dan pakar kesehatan menyarankan langkah-langkah berikut
- Minum air putih secara teratur, bahkan sebelum merasa haus, untuk mencegah dehidrasi.
- Kurangi kafein dan alkohol, karena keduanya mempercepat kehilangan cairan tubuh.
- Gunakan pakaian longgar dan berwarna terang, agar tubuh tidak menyimpan panas.
- Istirahat di tempat teduh atau ruangan ber-AC, terutama pada puncak siang hari.
- Lakukan aktivitas menenangkan seperti meditasi ringan, journaling, atau mendengarkan musik.
- Perbanyak makanan kaya air, seperti semangka, timun, dan jeruk untuk menjaga elektrolit alami tubuh.
Langkah sederhana ini membantu tubuh dan pikiran tetap stabil meski suhu udara sedang tinggi.
Menjaga Pikiran Tetap Sejuk di Tengah Panas yang Tinggi
Meski cuaca panas tidak bisa dikendalikan, tetapi cara kita menanggapi dan merawat diri sangat menentukan keseimbangan emosi, tubuh dan pikiran.
Dengan menjaga hidrasi, istirahat cukup, dan melatih ketenangan, kita bisa mengurangi dampak stres akibat panas ekstrem dan menjaga mood tetap stabil. Cuaca boleh panas, tapi pikiran tetap bisa dijaga agar tetap sejuk.
(Risdawati/Magang UNLA/Aak)











