Pemerintah Resmi Tutup 5 BUMN

Danantara Soroti Kerugian BUMN akibat Numpuk Anak dan Cucu Perusahaan
Ilustrasi-BUMN (Istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sejumlah BUMN ditutup sebagai bagian dari kebijakan reformasi yang diambil pemerintah.

Langkah ini tidak semata-mata soal efisiensi, tetapi juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ekosistem BUMN yang sehat, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain menekan kerugian, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi titik awal bagi pengembangan BUMN yang lebih fokus pada sektor strategis, serta membuka ruang kolaborasi dengan swasta.

Baca Juga:

KPK: Direksi Hingga Komisaris BUMN Bisa Dijerat UU Tipikor

Prabowo Instruksikan Perampingan Manajemen Perbankan BUMN

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah BUMN yang resmi ditutup di Indonesia:

Daftar BUMN yang Resmi Ditutup

  1. PT Industri Gelas (Persero)
    Perusahaan produsen botol dan wadah kaca ini ditutup karena kalah bersaing di pasar, biaya produksi yang tinggi, serta penggunaan peralatan yang sudah usang. Akibatnya, perusahaan terus merugi dan menjadi beban fiskal negara.
  2. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
    Dulunya penyedia utama tekstil pemerintah, perusahaan ini tak mampu menghadapi gempuran produk impor yang lebih murah. Setelah berbagai upaya restrukturisasi gagal, pemerintah memutuskan untuk membubarkannya.
  3. PT Kertas Leces (Persero)
    Sebagai produsen kertas legendaris, perusahaan ini mengalami kejatuhan akibat manajemen buruk dan kondisi keuangan yang terus memburuk. Penutupan dilakukan untuk menghentikan kerugian lebih lanjut.
  4. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
    Maskapai ini resmi ditutup setelah bertahun-tahun mengalami kebangkrutan. Tidak adanya investor dan beban utang besar membuat upaya penyelamatan tidak memungkinkan.
  5. PT Istaka Karya (Persero)
    Perusahaan konstruksi ini dinyatakan pailit karena gagal memenuhi kewajiban keuangan dan menyelesaikan berbagai proyek. Proses likuidasi dijalankan untuk melindungi hak para kreditur dan menghindari kerusakan lebih besar.

Sebagian besar BUMN yang tutup memiliki masalah serupa, yakni lemahnya tata kelola, tidak ada inovasi, dan ketergantungan pada bantuan pemerintah. Jika terus dibiarkan, perusahaan-perusahaan ini hanya akan menyedot anggaran tanpa kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.

Namun, penutupan BUMN juga membawa dampak sosial. Ribuan pekerja harus kehilangan pekerjaan dan mencari sumber penghasilan baru. Pemerintah merespons hal ini dengan pelatihan ulang dan penyaluran tenaga kerja ke sektor lain yang lebih potensial. (Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City