Nusron Tegaskan: Sawah Harus Dilindungi dari Alih Fungsi

Nusron Tegaskan: Sawah Harus Dilindungi dari Alih Fungsi
Ilustrasi-Sawah Bertingkat (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Kepala daerah diingatkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid untuk tidak sembarangan mengalihkan fungsi lahan pertanian, khususnya sawah, menjadi kawasan perumahan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Sawah dengan status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) itu mutlak tidak boleh dialihfungsikan. Ini penting saya tekankan kepada para bupati dan wali kota karena banyak sawah hilang akibat rekomendasi yang tidak tepat,” ujar Nusron dalam keterangan resmi, Kamis (26/6/2025)

Sawah Dipertahankan Secara Permanen

LP2B adalah sawah yang ditetapkan pemerintah untuk dipertahankan secara permanen sebagai kawasan pertanian. Nusron menilai, alih fungsi lahan produktif akan menggagalkan target swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Nusron menjelaskan, saat ini pemerintah memiliki empat program prioritas yang sangat membutuhkan lahan, yakni swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, dan pembangunan tiga juta rumah.

Meski begitu, kebutuhan lahan untuk perumahan tidak boleh mengorbankan sawah produktif.

“Kalau sawah terus dikonversi jadi rumah, kita akan kehilangan lahan produktif dan gagal mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, harus ada pengaturan yang tegas,” katanya.

Penetapan Sawah Sebagai Lahan Sawah Dilindungi

Salah satu langkah pengendalian alih fungsi lahan adalah penetapan sawah sebagai Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Nusron menyebut sawah tanpa status LSD sangat rentan dialihkan untuk permukiman atau kawasan industri, terutama karena harga tanah sawah relatif murah. Menurut Nusron, program pembangunan tiga juta rumah mayoritas berupa rumah murah.

Baca Juga:

Terancam Gagal Panen, Sawah Petani di Cianjur Diserang Wereng

Suasana Asri di Pesawahan Kaki Gunung Malabar.

Oleh karena itu, lahan dengan harga paling murah, seperti sawah, berisiko tinggi dialihfungsikan.

“Karena itu, pemerintah harus segera menetapkan titik-titik LSD untuk menjaga luas lahan sawah,” katanya.

Mendukung Program Perumahan Nasional

Meski tegas melarang alih fungsi sawah, Nusron menyatakan tetap mendukung program perumahan nasional. Salah satunya dengan menawarkan pemanfaatan tanah terlantar seluas 77.000 hektare.

Tanah terlantar adalah lahan yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya atau tidak diusahakan sama sekali. Namun tidak semua lahan terlantar otomatis bisa digunakan untuk perumahan.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tengah mengkaji daftar bidang tanah yang tersedia untuk memastikan kesesuaian lahan tersebut.

“Semua lahan terlantar itu sifatnya potensial, tetapi belum tentu lokasinya cocok atau sesuai dengan status lahannya,” kata Nusron. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City