Nubuat Berusia 900 Tahun Ramalkan Pengganti Paus Fransiskus hingga Hari Kiamat

Nubuat para paus
Ilustrasi. (YouTube/Recent Origin)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wafatnya Paus Fransiskus kembali memunculkan perdebatan lama soal sebuah manuskrip kuno yang disebut-sebut memuat prediksi tentang para paus masa depan dan akhir dunia. Manuskrip yang dikenal sebagai “Nubuat Para Paus” atau Prophecy of the Popes yang berusia 900 tahun ini dikaitkan dengan Santo Malachy, seorang uskup dari Irlandia pada abad ke-12.

Dokumen yang terdiri dari 112 frasa pendek dalam bahasa Latin ini mengklaim bisa mengidentifikasi semua pemimpin Gereja Katolik Roma sejak tahun 1143 hingga Hari Penghakiman.

Manuskrip ini pertama kali ditemukan di arsip rahasia Vatikan dan tetap menjadi misteri selama berabad-abad.

Yang menarik, ramalan terakhir menyebutkan sosok bernama “Petrus dari Roma” yang akan menjadi pemimpin terakhir Gereja Katolik yang akan memimpin umat di tengah kekacauan global sebelum datangnya Hari Penghakiman. Disebutkan pula bahwa kota Roma akan dihancurkan sebelum dunia mencapai akhirnya.

“Dalam penganiayaan terakhir terhadap Gereja Roma Suci, Petrus dari Roma akan memimpin kawanan dombanya melalui berbagai penderitaan. Setelah itu, kota berbukit tujuh akan dihancurkan, dan Hakim yang mengerikan akan menghakimi umat manusia. Selesai,” demikian kutipan dari bagian terakhir ramalan, seperti dikutip dari Daily Mail.

Tiga Kardinal Bernama Peter

Kematian Paus Fransiskus memunculkan kembali interpretasi atas bagian terakhir nubuat tersebut. Saat ini, terdapat sembilan kandidat terkuat yang disebut-sebut sebagai pengganti Paus Fransiskus. Tiga di antaranya memiliki nama Peter (atau Pietro), termasuk Kardinal Peter Erdő dari Hungaria, Kardinal Peter Turkson dari Ghana, dan Kardinal Pietro Parolin dari Italia.

Kehadiran tiga sosok bernama Peter ini memantik spekulasi bahwa salah satu dari mereka bisa menjadi “Petrus dari Roma” yang dimaksud dalam nubuat tersebut. Peter Erdő dikenal sebagai kandidat konservatif, sementara Peter Turkson menonjol di bidang keadilan sosial. Pietro Parolin adalah Sekretaris Negara Vatikan dan salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkaran dalam Gereja.

Bahkan, beberapa pihak mengaitkan Paus Fransiskus sendiri dengan Petrus dari Roma karena nama lahirnya, Jorge Mario Bergoglio, berasal dari garis keturunan Italia dan memiliki nama tengah “di Pietro,” yang berarti “anak dari Pietro.”

Baca Juga:

Aksi Kemanusiaan Palermo Donasikan Makanan Usai Wafatnya Paus Fransiskus

Apa Itu Pneumonia? Dialami Paus Fransiskus Sebelum Meninggal

Kiamat 2027?

Salah satu klaim yang beredar menyebut bahwa tahun 2027 adalah tahun di mana ramalan ini akan mencapai akhirnya. Perhitungan ini didasarkan pada interpretasi bahwa nubuat Santo Malachy mencapai titik tengahnya pada masa Paus Sixtus V yang berkuasa pada 1585, tepat 442 tahun setelah paus pertama yang disebut dalam daftar, Paus Celestine II.

Jika 442 tahun kemudian dianggap sebagai akhir nubuat, maka tahun 2027 dianggap sebagai waktu tibanya “akhir zaman.” Klaim ini makin mendapat perhatian ketika Paus Fransiskus beberapa kali mengalami masalah kesehatan serius dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dua kali dirawat akibat gangguan pernapasan pada Februari 2024.

Sementara beberapa kalangan menilai nubuat ini sebagai ramalan mistis yang penuh spekulasi, tidak sedikit pula yang mempercayainya. Apalagi, beberapa frasa dalam manuskrip ini dianggap secara akurat menggambarkan sejumlah paus. Misalnya, Paus Benediktus XVI dijuluki “Gloria Olivae” atau “Kemuliaan Zaitun.” Ia pernah menjadi anggota Ordo Olivetans, ordo keagamaan yang namanya berasal dari pohon zaitun.

Frasa lain seperti “De Medietate Lunae” atau “Tentang Gerhana Bulan” dikaitkan dengan Paus Yohanes Paulus II yang lahir saat terjadi gerhana. Akurasi inilah yang membuat sebagian orang tetap percaya bahwa nubuat tersebut memiliki dasar supranatural.

Warisan Simbolik

Beberapa aksi simbolik juga mencerminkan betapa seriusnya nubuat ini ditanggapi. Pada 1958, menjelang pemilihan Paus Yohanes XXIII, Kardinal Spellman dari New York menyewa kapal dan mengisinya dengan domba, berlayar di Sungai Tiber untuk mencocokkan dirinya dengan ramalan yang menyebut “Pastor et Nautor” (Gembala dan Pelaut).

Kini, seiring proses pemilihan paus baru yang akan segera digelar, perhatian publik internasional tertuju pada siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya. Apakah benar sosok yang muncul nanti akan menandai akhir dari garis kepausan? Atau ramalan ini hanyalah legenda kuno yang kembali mencuat di tengah ketidakpastian zaman?

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026