Normalisasi Budaya Toxic di Game Online Semakin Mengkhawatirkan

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Budaya berkata kasar atau toxicity dalam Permainan Daring atau Game Online kian menjadi perhatian serius. Interaksi yang semula sebagai hiburan dan kompetisi sehat, kini diwarnai kata-kata kasar, hinaan, hingga ujaran kebencian antar pemain. Fenomena ini dianggap sebagai candaan atau “bumbu kompetisi”, meski berdampak nyata sebagai bentuk kekerasan verbal di ruang digital.

Di Indonesia, survei Niko Partners (2023) menunjukkan lebih dari 70% pemain muda sering mendengar kata-kata kasar dan ejekan saat bermain permainan populer seperti Mobile Legends dan Valorant.

Dikutip dari sumber resmi, pusat Studi Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika / Kominfo (2024) menyebut kekerasan verbal sebagai bentuk kekerasan siber paling dominan yang terjadi di ruang gim digital, khususnya di kalangan remaja.

Laporan Anti-Defamation League (ADL) tahun 2024 mencatat, sebanyak 83% gamer di dunia mengaku pernah mengalami pelecehan verbal saat bermain permainan daring. Pelecehan tersebut mencakup hinaan personal, ujaran kebencian, hingga ancaman verbal.

Ungkapan seperti “goblk”, “feed mulu”, “bact”, atau “no*b” kerap dinormalisasi sebagai gurauan antar anggota tim. Namun, penggunaan kata-kata tersebut secara berulang, terlebih jika disertai penghinaan terhadap fisik, gender, atau latar belakang tertentu, telah masuk kategori kekerasan verbal.

Baca Juga:

BNPT Awasi Game Online Roblox untuk Cegah Radikalisasi Anak

Daftar Game Online yang Kena Kenaikan PPN 12%

Berikut ini sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab normalisasi perilaku tersebut.

  1. Persepsi serangan verbal
    Dalam dunia permainan daring yang kompetitif, serangan verbal merupakan bagian dari strategi kompetitif untuk mengurangi kekuatan mental lawan pemain. Kalimat seperti ejekan maupun canda yang berlebihan dianggap sebagai bentuk “Mind Game” yang sah untuk merain kemenangan. pandangan ini membuat kompetisi menjadi tidak sehat dan kekerasan verbal menjadi tidak jelas.
  2. Lemahnya sistem sanksi dan mekanisme pelaporan Pengembang game juga memperkuat normalisasi serangan verbal. Meskipun banyak permainan memiliki fitur pelaporan, proses penanganannya kadang tidak jelas dan lambat.
  3. Rendahnya literasi digital
    Rendah literasi digital terutama di kalangan pemain muda memperparah serangan verbal didunia permainan. Banyak pemain yang tidak sadar kata-kata di ruang digital memiliki dampak psikologis yang saama seperti ujaran kasar di dunia nyata.

Pakar komunikasi digital menilai, perbaikan budaya bermain game membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Komunitas gamer didorong untuk membangun interaksi yang lebih empatik dan sportif. Di sisi lain, pengembang game diminta memperkuat sistem moderasi, laporan, serta sanksi tegas terhadap pelanggaran ujaran kebencian.

Permainan Daring diharapkan kembali menjadi ruang rekreasi dan kolaborasi yang aman, inklusif, dan menyenangkan, bukan arena kekerasan verbal yang merugikan pemain secara psikologis.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun