JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Perjalanan kemanusiaan yang seharusnya penuh empati justru berubah menjadi pengalaman pahit. Seorang sopir angkutan yang membawa bantuan untuk korban banjir Aceh diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) saat melintas di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @sumsel.keras, dengan narasi “relawan untuk Aceh keno pungli gais di Palembang”.
Video tersebut langsung memantik kemarahan warganet karena aksi pungli itu diduga dilakukan oleh sejumlah orang yang mengenakan seragam Dinas Perhubungan.
Dicegat di Depan Terminal Karya Jaya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil jenis Elf tersebut berangkat dari Serang, Banten, dengan tujuan mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang.
Namun, saat melintas di depan Terminal Karya Jaya Palembang pada Rabu (7/1/2026), kendaraan tersebut dihentikan oleh beberapa orang yang meminta pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan.
Sopir telah menunjukkan SIM dan STNK. Akan tetapi, dokumen fisik KIR tidak bisa diperlihatkan karena tertinggal. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh oknum petugas untuk menekan sopir.
Alasan Kemanusiaan Tak Digubris
Dalam video yang beredar, sopir terlihat menjelaskan bahwa kendaraan tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Aceh. Sayangnya, penjelasan itu tak membuat pemeriksaan dilonggarkan.
“Kami sudah jelaskan tujuan ke Aceh dan membawa bantuan. Dokumen kendaraan ada, tapi tetap dipersulit,” kata sopir dalam video yang viral, Kamis (8/1).
Alih-alih memberi kelonggaran, salah satu petugas justru diduga meminta uang agar perjalanan bisa dilanjutkan.
Diminta Uang Demi ‘Keamanan Perjalanan’
Sopir menirukan ucapan oknum petugas yang dinilainya bernada ancaman.
“Dia bilang, perjalanan masih jauh, mau aman nggak?” ujarnya.
Awalnya, petugas meminta uang sebesar Rp150 ribu. Relawan hanya mampu memberikan Rp50 ribu, namun ditolak. Uang kemudian ditambah Rp50 ribu lagi agar kendaraan diizinkan melanjutkan perjalanan.
“Awalnya diminta Rp150 ribu. Kami mengalah demi keselamatan dan kelancaran misi,” kata sopir.
Dalam video, terdengar seorang wanita berkata, “Gais kita ditilang dishub, aneh sok atuh,” sembari menyerahkan uang. Bahkan, salah satu petugas terdengar menyebut uang tersebut untuk “kondangan”.
Baca Juga:
Mobil Dinas Rombongan Gubernur Kaltim Masuk Parit Saat Kunker
‘Mens Rea’ Panji Pragiwaksono Rentan Pidana, Mahfud MD Pasang Badan!
Bantuan yang Dibawa untuk Korban Banjir
Mobil Elf tersebut diketahui membawa rombongan relawan dengan misi kemanusiaan, termasuk kegiatan bersih-bersih masjid dan musala serta trauma healing bagi anak-anak korban banjir.
Bantuan yang dibawa tidak sedikit, antara lain:
- 1.250 Alquran dan Iqro
- 1.000 mukena
- 1.000 sajadah
- 1.000 peci
- 1.000 baju koko
- 100 meter karpet
Dishub Palembang: Bukan Anggota Kami
Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Agus Suprianto, membenarkan adanya kejadian pungli. Namun ia menegaskan pelaku bukan berasal dari Dishub Palembang.
“Dari hasil konfirmasi dengan BPTD Sumsel, kejadian transaksi ilegal tersebut dilakukan oleh petugas BPTD Sumsel, bukan petugas Dishub Palembang,” ujar Agus.
Ia menambahkan, Dishub Palembang bersama BPTD Sumsel akan memanggil petugas yang terlibat untuk klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.
“Hari ini kami bersama Kepala BPTD Sumsel akan memanggil yang bersangkutan,” tegasnya.
(Dist)











